Minggu 28 Oktober 2018, 15:40 WIB

Desa Sijang Sambas Pecahkan Rekor Muri Meriam Bambu Terbanyak

Ghani Nurcahyadi | Nusantara
Desa Sijang Sambas Pecahkan Rekor Muri Meriam Bambu Terbanyak

Ist

 

ANTUSIAS dan meriah terlihat di sebuah desa di ujung negeri. Desa Sijang, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, itu lah nama tempatnya. Pada Minggu (28/10), di Desa Sijang ada agenda pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) dalam kategori Meriam Bambu Terbanyak, yang berjumlah 2.018.

Asisten Deputi Bidang Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Junaidi, mengatakan, di Desa Sijang, Sumpah Pemuda dikaitkan dengan kegiatan Kirab Pemuda 2018 ini disambut antusisas.

"Para pemuda semarak menyambut Sumpah Pemuda ini.

Kita tahu pemuda itu sebagai penerus jadi kegiatan kirab yang memang tujuannya adalah persatuan dan kesatuan dan kebinekaan NKRI itu sangat senapas dengan peringatan Sumpah Pemuda," kata Junaidi dalam keterangannya, Minggu.

Junaidi menjelaskan, pihaknua mempersiapkan diri sangat serius dan bersungguh-sungguh melaksanakan kegiatan kirab termasuk di dalamnya peringatan Sumpah Pemuda yang berujung pada pemecahan rekor Muri ini.

"Mudah-mudahan dengan rekor MURI ini bisa menjadi motivasi juga buat para pemuda buat masyarakat tentang untuk lebih berkiprah dan partisipasinya lagi.

Kita tahu kalau sasaran olahraga itu targetnya itu mas perak perunggu.  Kalau sasaran pemuda iini kita ada peningkatan partisipasi.

Dari pemuda dari masyarakat, terhadap program-program biar ada percepatan," ujarnya.

Ia berharap rekor Muri ini bisa menjadi motivasi untuk meraih prestasi berikutnya. Rekor Muri di Kabupaten Sambas ini merupakan rekor Muri kedua yang berada dalam kegiatan Kirab Pemuda

."Kita mengharapkan dengan kegiatan kirab ini itu banyak rekor-rekor Muri yang dicapai.

Kemarin itu di Wakatobi itu ada target 6 ribu penari Posoasa. Alhamdulillah tercapai targetnya, tapi tidak 6.000, melainkan 7.600 dan rekor ini bukan hanya nasional melainkan dunia. Dan kali ini di Kabupaten Sambas ada lagi rekor Muri yaitu 2.018 bambu," ucap Junaidi.

Ia menceritakan, pemecahan rekor Muri ini juga melibatkan banyak pihak selain peserta. Misalnya panitia yang berupaya mencari pohon bambu yang memenuhi syarat, atau jenis pohon betung.

"Kalau tidak ada betung, ya intinya pohon lah itu ya.

Ukuran diameternya juga dihitung dan itu tercapai. Saya kira ini berkat partisipasi masyarakat semua. Mari kita sama-sama jaga persatuan dan kesatuan, dengan suasana sekarang ini kita sama-sama menjalin persaudaraan, kekeluargaan, dan rasa guyub," katanya.

Dia juga berharap pemecahan rekor Muri ini juga memberikan pelajaran bagi semua lapisan masyarakat untuk berpartisipasi meningkatkan  peran sekecil apa pun untuk kebaikan.

Senior Manager Muri, Awan Rahargo, menyebut, yang dibuat oleh putra-putri Indonesia di Desa Sijang hari ini merupakan hal luar biasa dan membanggakan.

"Hari ini menjadi yang sangat spesial bagi kami tim rekor Muri yaitu pada peringatan Sumpah Pemuda di 2018 dan ini dilaksanakan di Desa Sijang, Kecamatan Galling, Kabupaten Sambas, memecahkan rekor yaitu dengan menampilkan Meriam Bambu dengan banyak di Indonesia.

Dan rekor ini sekaligus memecahkan rekor Muri sebelumnya 2017 di Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, sebanyak 1.821 meriam," kata Awan.

Staf Ahli Bupati Sambas, I Ketut Sukarja, menjelaskan membangun Sambas pada umumnya yakni Kecamatan Galling. Dengan adanya kegiatan Kirab Pemuda  di Desa Sijang merupakan keseriusan pemerintah membangun

."Karena bagaimana pun pemuda adalah ujung tombak yang akan menjadi generasi penerus pemimpin pemimpin bangsa.

Terkait itu pemerintah daerah tetap mendorong, mulai dari atasan tetap semangat terus sehingga nanti bisa membangun Sambas," kata Sukarja.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia, Andi Fajar Asti, melihat khususnya di Desa Sijang ini antusisasme dari desa ini sangat tinggi.

"Saya melihat ini adalah permulaan dari teman-teman pemuda yang ada di Sambas.

Menyebar virus-virus kemajuan. Saya pikir teman-teman panitia menginisiasi adanya rekor Muri di bahan bambu itu menjadi kesan bagi kita semua bahwa bambu ini simbol persatuan bangsa dan tidak akan tumbuh dengan sendiri," kata Andi.

Sekretaris Desa Sijang, Muzakir, mengaku bahagia adanya kegiatan yang terbesar di desanya itu. "Senang dengan adanya kegiatan yang besar seperti ini di desa kami. Dan tentunya kaminsangat menyambut hangat salah satu kegiatan dari pemerintah program-program dari pemerintah dan kami semampunya mendukung," katanya. (RO/OL-1)

Baca Juga

ANTARA

Cuaca Buruk Kembali Landa Perairan NTT

👤Palce Amalo 🕔Jumat 03 Juli 2020, 03:55 WIB
Gelombang tinggi dan angin kencang melanda wilayah NTT sejak dua hari terakhir. membuat perahu nelayan terutama di bawah 10 GT tidak bisa...
MI/Djoko Sardjono

Klaten Siaga Darurat Bencana Kekeringan

👤Djoko Sardjono 🕔Jumat 03 Juli 2020, 03:25 WIB
BPBD Klaten telah siap melakukan kegiatan pengedropan air untuk membantu warga masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat...
DOK MI

Pemkab Bangkalan Siapkan Ruang Isolasi Tambahan

👤Mohammad Ghazi 🕔Jumat 03 Juli 2020, 03:10 WIB
Penyiapan gedung olah raga sebagai tempat isolasi itu dilakukan karena ruang isoasi yang ada, sudah mulai penuh sementara jumlah kasus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya