Tingkatkan Daya Saing, Pupuk Indonesia Akan Kembangkan Jenis Pupuk NPK

Penulis: Nurjiyanto Pada: Sabtu, 27 Okt 2018, 22:15 WIB Ekonomi
Tingkatkan Daya Saing, Pupuk Indonesia Akan Kembangkan Jenis Pupuk NPK

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/

PT Pupuk Indonesia akan mengembangkan diri untuk meningkatkan daya saing khususnya di pasar global. Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat menuturkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk terus berkembang agar dapat unggul dalam persaingan ditingkat pasar global.

Pengembangan program tersebut diantarannya ialah pengembangan pupuk jenis NPK, pengembangan produk baru, pengembangan bahan baku NPK, peningkatan daya saing produk, pengembangan bisnis non pupuk, penataan anak-anak perusahaan serta riset terintegrasi.

“Ke depan, kami akan lebih memprioritaskan pada pengembangan produk selain urea. Hal ini karena saat ini pasar urea dunia sudah mengalami oversupply. Disamping itu, prospek bisnis pupuk pun masih menjanjikan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkurangnya lahan pertanian. Dibutuhkan jenis pupuk yang lebih baik dalam meningkatkan produktivitas tanaman, dan salah satunya adalah lewat pengembangan pupuk NPK," ujarnya saat ditemui di Kantor PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang, Sabtu (27/10).

Dirinya menuturkan Pupuk Indonesia telah meluncurkan Program Proyek NPK 2,4 juta ton, yaitu peningkatan kapasitas produksi NPK dari 3,1 juta menjadi 5,5 juta ton hingga tahun 2021 mendatang. Di luar proyek tersebut, pihaknya juga akan membangun Pabrik Phonska 5 di Petrokimia Gresik dengan kapasitas 500 ribu ton per tahun.

Dengan kapasitas produksi yang nantinya bisa mencapai 6 juta ton per tahun ini, Aas optimis dapat menguasai pasar NPK dalam negeri, khususnya untuk sektor perkebunan.

“Disamping juga semakin memantapkan pemenuhan kebutuhan pupuk dalam rangka ketahanan pangan nasional”, ungkapnya.

Guna menunjang produksi NPK, Pupuk Indonesia juga perlu melakukan pengamanan pasokan bahan baku. Pihaknya juga berencana membangun pabrik asam fosfat dan asam sulfat di Lhoksemauwe, serta mengupayakan penguasaan bahan baku dengan membeli perusahaan tambang rock phosphate, KCl, dan produsen DAP.

Ditempat yang sama Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur Bakir Pasaman menuturkan pihaknya akan membangun pabrik amonitrat di kawasan Bontang Kalimantan Timur. Pembagunan pabrik tersebut dimaksudkan agar dapat mengefektifkan bahan baku produksi pupuk.

Dirinya menuturkan, saat ini bahan baku amonitrat tersebut masih didapatkan melalui impor dari luar negeri. Pabrik tersebut nantinya akan dapat memproduksi bahan baku amonitrat sebanyak 75.000 ton. Nantinya pabrik tersebut akan dibangun dengan dana sebesar Rp 958 miliar dan dikerjakan oleh PT Wijaya Karya serta PT Dahana.

"Kita memang belum negosiasi banyak, baru selesai tender yang dimenangkan PT Wijaya Karya, tapi direncanakan pembangunannya kira-kira tiga tahun sudah beroperasi," ujarnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More