Jumat 19 Oktober 2018, 19:10 WIB

Kejaksaan Usut Kasus Korupsi Obat HIV/AIDS di Kemenkes

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Kejaksaan Usut Kasus Korupsi Obat HIV/AIDS di Kemenkes

Ilustrasi

 

PROYEK pengadaan obat, vaksin, serta perbekalan kesehatan, untuk penderita HIV/AIDS dan infeksi menular seksual (IMS) di Kementerian Kesehatan TA 2016 diduga sarat korupsi. Korps Adhyaksa pun masih menyelidiki indikasi praktik lancung di instansi tersebut.

Jaksa Agung HM Prasetyo kepada wartawan, di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (19/10), mengemukakan pihaknya ingin memperjelas informasi dugaan korupsi yang menyebut adanya penggelembungan harga obat maupun kesalahan prosedural lainnya.

"Sekarang ini ada indikasi harganya dinyatakan tidak wajar. Kita sedang kerja sama dengan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), apakah betul di situ ada ketidakwajaran dan apakah betul ada kerugian negara di sana. Yang pasti obat itu sangat diperlukan," ujarnya.

Prasetyo mengaku sudah bertemu Menteri Kesehatan Nila Moeloek guna memberikan penjelasan seputar perkara tersebut. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Kejaksaan Agung itu juga dihadiri Jaksa Agung Muda (JAM) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Adi Toegarisman dan Direktur Penyidikan pada JAM Pidsus Warih Sadono.

Menurut Prasetyo, pihak Kemenkes mempersilakan kejaksaan untuk mengusut dan menuntaskan perkara korupsi pengadaan obat HIV/AIDS. Prasetyo juga menginstruksikan Adi dan Warih segera mengungkap perkara agar menjadi terang.

"Karena kan pemerintah itu hanya memberikan kebijakan saja, tapi pelaksanaannya mungkin ada penyimpangan dan akan kita teliti secara bersama-sama. Ada keterbukaan (Kemenkes) di sini dan kita hargai. Apalagi obat itu nantinya tidak dijual tapi dibagikan secara gratis kepada penderitanya," tuturnya.

Prasetyo kembali menekankan pengadaan obat tersebut sangat dibutuhkan Kemenkes. Itu lantaran jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia sangat banyak. Karena belum bisa memproduksi sendiri, pasokan obat-obatan itu pun didatangkan dari sejumlah negara, seperti India. (A-2)

 

Baca Juga

Ist

Wamendes Budi Arie Dukung KPK  Usut Kasus BLT Dana Desa

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 12:29 WIB
Wamendes Budi Arie Setiadi mendukung penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan penyelewengan bansos selama...
MI/Martinus Solo

Gubernur Papua Barat Berpeluang Jadi Saksi Kasus Wahyu Setiawan

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 10:30 WIB
Dominggus disebut dalam dakwaan menitipkan Rp500 juta untuk Wahyu terkait pemilihan calon anggota KPU Papua...
DOK DPR RI

Sufmi Dasco Optimistis New Normal Dapat Berjalan Baik

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 10:00 WIB
Tim Satgas Lawan Covid-19 DPR RI berkunjung ke Kementerian Koordinator Perekonomian untuk mendapatkan penjelasan lebih detail tentang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya