Kamis 18 Oktober 2018, 07:10 WIB

Warisan dari Orangtua

(FU/M-2) | Indonesia 2018
Warisan dari Orangtua

Furqon Ulya Himawan

FATIMAH Azzahra tidak begitu saja jatuh cinta dengan dunia buku. Ayah dan ibunyalah yang mewariskan kesukaan mereka membaca kepada Fatimah. Mereka telah mengenalkan bacaan sedari ia kecil.

Bahkan, setiap ayah Fatimah membeli koran atau majalah, ia akan membelikan pula buku bagi Fatimah cilik.

"Buku yang pertama saya baca, komik Doraemon," kenangnya sambil tersenyum.

Orangtua memang punya pengaruh besar sebagai role model bagi anak. Oleh karena itu, ia mengajak para orangtua untuk membiasakan kegiatan membaca buku bersama anak mereka. Membaca pun dapat tumbuh menjadi kebiasaan bila diperkenalkan sejak usia dini.

Kini, seiring dengan perubahan zaman, orangtua tidak mesti membelikan buku-buku dalam bentuk cetak untuk anak. Mereka bisa saja mengajari anak mereka membaca lewat buku-buku digital sembari mengenalkan cara penggunaan gawai yang positif.

Dengan digitalisasi yang juga semakin berkembang, bacaan bukan lagi hal yang sukar didapat bagi kebanyakan orang. Internet telah memudahkan akses terhadap buku, baik melalui toko daring, perpustakaan daring, maupun berbagai platform buku digital seperti Cabaca.

"Anak zaman now harus bersyukur karena akses baca lebih mudah," kata dia.

Saat di bangku sekolah, ujarnya, ia sempat menetap di Kota Ambon. Di sana, tidak terlalu susah mendapatkan bacaan lantaran sekolahnya memiliki perpustakaan. Fatimah juga dapat membeli buku dari sejumlah toko buku yang ada di kota tersebut.

Namun, ketika ia pindah ke Kendari medio 2001, hobinya membaca buku mulai terhambat. "Saya kesulitan mengakses buku ketika pindah ke Kendari," ujarnya.

Pada saat Fatimah menetap di Jawa, kondisi berbalik seratus delapan puluh derajat. Buku-buku dengan mudah kembali ia dapatkan, baik dengan meminjam maupun membeli.

Pengalaman itu yang membuat Fatimah beranggapan minat baca di Indonesia sebenarnya tidak rendah. Ia meyakini banyak orang sebenarnya ingin membaca, tapi tidak memiliki akses. Akses itu bisa berupa ketiadaan atau minimnya suplai buku, jarak tempat tinggal yang mungkin jauh ke perpustakaan atau toko buku, ataupun harga buku yang dirasa terlampau mahal. "Jadi, tidak bisa serta-merta men-judge orang Indonesia minat bacanya rendah," tegas Fatimah.

Nama: Fatimah Azzahrah

Tempat, tanggal lahir: Banyuwangi, 24 Januari 1991

Pendidikan: S-1 Fakultas Sastra Indonesia, Universitas Gadjah Mada

Pekerjaan: Co-Founder Cabaca.id

Publikasi

Love Story (short stories compilation based on Taylor Swift's songs), Media Pressindo, 2014

Kreasi Rajut Paling Cute, Media Pressindo, 2014

100 Film Terbaik yang Harus Ditonton sebelum Mati, Eazy Book, 2014

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More