Kebijakan Ganjil-Genap Diperpanjang dengan Modifikasi

Penulis: Dian Ihsan Siregar Pada: Minggu, 14 Okt 2018, 17:00 WIB Megapolitan
Kebijakan Ganjil-Genap Diperpanjang dengan Modifikasi

MI/RAMDANI

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta memutuskan melanjutkan perluasan ganjil genap di sejumlah ruas jalan. Ganjil genap mulai berlaku besok, Senin (15/10).

"Jadi mulai besok, 15 Oktober 2018 sampai 31 Desember 2018. Waktunya itu berangkat kerja 06.00-10.00 WIB dan pulang kerja pada sore hari pukul 16.00-20.00 WIB," kata Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto saat dihubungi, Minggu (14/10).

Perluasan ganjil-genap hanya berlaku pada Senin-Jumat. Sementara Sabtu, Minggu, dan libur nasional tidak berlaku.

"Jadi, masyarakat harus tetap waspada mulai dari besok, karena masih ada pelaksanaan ganji genap hingga akhir tahun ini," jelas Budiyanto.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang penerapan perluasan sistem ganjil-genap sampai akhir Desember 2018. Meski Asian Para Games sudah berakhir, perpanjangan sistem ganjil-genap dimulai lagi pada Senin (15/10).
 
Plt Kadishub DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko menyebut hasil evaluasi ganjil-genap saat Asian Para Games efektif mengurangi kemacetan.

"Ada hasil positif selama pemberlakuan ganjil genap saat Asian Games dan Asian Para Games. Terjadi peningkatan kecepatan, penurunan waktu tempuh dan peningkatan pengguna angkutan umum," tutur dia.
 
Berikut ruas jalan yang terkena perpanjangan perluasan sistem ganjil-genap hingga akhir tahun :
 
1. Jalan Medan Merdeka Barat;
2. Jalan MH Thamrin;
3. Jalan Jendral Sudirman;
4. Sebagian Jalan Jendral S Parman (mulai dari Jalan Simpang Tomang Raya sampai Jalan simpang KS Tubun);
5. Jalan Gatot Subroto;
6. Jalan HR Rasuna Said;
7. Jalan Jendral MT Haryono;
8. Jalan Jendral DI Panjaitan;
9. Jalan Jendral Ahmad Yani. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More