Sabtu 13 Oktober 2018, 09:45 WIB

Jepang Berikan Bantuan untuk Korban di Gempa Sulawesi Tengah

Fetry Wuryasti | Internasional
Jepang Berikan Bantuan untuk Korban di Gempa Sulawesi Tengah

AFP/Tim P. Whitby
Menteri Keuangan Jepang Taro Aso

 

PEMERINTAH dan pihak swasta Jepang memberilam bantuan darurat senilai total Rp23 miliar untuk menyelamatkan korban gempa di Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Rinciannya penyaluran barang bantuan darurat seperti tenda, genset dan penjernih air senilai Rp3 miliar, dan bantuan yang berasal dari 60 perusahaan Jepang berupa dana, barang, dan bahan bakar.

Selain itu, mereka juga mengirimkan 50 orang dari tim Pasukan Bela Diri Jepang (Japan Disaster Rilief) untuk pengiriman bantuan barang darurat dan mengangkut para pengungsi.

Mereka juga melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah bencana yang memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman. 

"Dari pengalaman kami membanti usaha rekonstruksi umum dan dari bencana selama ini, akan dilaksanakan survei The Japan International Cooperation Agency  (JICA) secepat mungkin agar pemerintah Indonesia dapat membuat cetak biru, rehabilitasi, dan rekonstruksi berdasarkan konsep Build Back Better," ujar Menteri Keuangan Jepang Taro Aso, pada konferensi pers di Grand Hyatt Bali, Jumat (12/10) malam.

Agar tidak terulang korban dalam jumlah besar akibat bencana gempa dan tsunami di Indonesia, Pemerintah Jepang memberikan dana hibah sebesar Rp187,5 miliar berupa barang pemasangan seismograph yang di tempatkan pada 93 titik di wilayah Indonesia. 

Beberapa tenaga ahli JICA memiliki pengetahuan tentang penanggulangan bencana saat ini, tengah melakukan tugas di instansi pemerintah Indonesia seperti BNPB, Kementerian PUPR, yang mengemban tugas pemulihan rekonstruksi bencana.

"Kami memperkuat kemampuan pengumpulan dan analisis informasi bencana yang sering terjadi agar Indonesia bisa memanfaatkannya pada perumusan perencanaan penganggulangan bencana. Kami telah berpengalaman sebelumnya untuk situasi yang serupa di Aceh," tukas Taro Aso. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More