CEO Bank Dunia Puji Mentalitas Orang Indonesia

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Jumat, 12 Okt 2018, 20:15 WIB Humaniora
CEO Bank Dunia Puji Mentalitas Orang Indonesia

MI/M Taufan SP Bustan

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa kerusakan akibat gempa dan stunami di Palu, Donggala, dan Sigi akan dibangun segera. Ia menargetkan paling lambat dua bulan pengungsi di tenda-tenda akan dipindah ke hunian sementara.

Hal ini disampaikan Wapres JK kepada awak media usai meninjau Perumnas Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Jumat (12/10).

Ketika ditanya apakah akan dibentuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) seperti di Aceh, Jusuf Kalla mengatakan kemungkinan tidak karena gempanya tidak sebesar di Aceh. Namun, lanjutnya, hanya dibentuk Satgas untuk membantu pemerintah daerah dan BNPB yang dikepalai oleh Kementerian PUPR.

"Karena rekonstruksi itu leading sector-nya PU. Tapi relokasi tempatnya, musti tanggung jawab gubernur dan wali kota," terang Jusuf Kalla.

Dalam kesempatan tersebut CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva, mengungkapkan kekagumannya terhadap mental orang Indonesia. Meskipun banyaknya korban akibat gempa, kekuatan dan ketahanan orang Indonesia sangat baik padahal kerusakan yang terjadi sangat serius, karena itu dirinya sangat tersentuh.

"Selaku perwakilan dari komunitas internasional, saya ingin menyampaikan bahwa solidaritas Anda sangat kuat dan menyebabkan kami datang dengan respek yang mendalam kepada pemerintah dan rakyat Indonesia," ujarnya.

Kristalina menyebutkan bahwa Bank Dunia, telah menyelesaikan asesmen dengan cepat dan menaksir kerugian akibat bencana yang cukup besar, kira-kira di atas US$31 juta dari sisi infrastruktur.

"Kami telah mengidentifikasi langkah penting untuk mengatatasi masalah ini secepatnya dengan menyiapkan bantuan sebesar US$5 juta," ucapnya lagi.

Ia bersama pemerintah, mengidentifikasi dua isu besar yakni yang pertama, kata CEO Bank Dunia, ini adalah bencana yang unik dengan adanya tanah yang tenggelam (likuifaksi), sehingga masyarakat yang terdampak kejadian itu (pasti sangat trauma), sehingga harus diberikan support sebagai suatu komunitas.

Kedua, paparnya, membangun kembali lingkungan mereka.

"Kami akan bekerjasama untuk menangani ini. Cara terbaik untuk memulihkan rasa kehilangan mereka adalah dengan membangun kembali (lingkungan mereka) dengan lebih baik," terangnya.

Selain Kristalina, Sekjen PBB Antonio Gutteres yang juga mengunjungi Palu mengungkapkan keprihatinan yang mendalam, dan solidaritas dari negara-negara anggota PBB.

"Solidaritas terhadap para korban yang terdampak sangat luar biasa," kata Gutteres.

Ia mengapresiasi respons cepat Pemerintah Indonesia dalam menangani bencana ini. Untuk itu, ia bersama para komunitas internasional akan terus mendukung, sehingga penanganan bencana ini menjadi efektif.

"Saya percaya komunitas internasional siap memberi bantuan untuk memulihkan, merekonstruksi Palu," ujarnya.

Ia pun juga menceritakan pernah mengalami hal yang sama di kota kelahirannya.

"Kelahiran saya di Lisbon, juga (pernah) mengalami hal yang sama, gempa serta tsunami," kenangnya.

Atas bencana ini, ia pun tak lupa menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang kehilangan keluarganya.

"PBB bersama Sulawesi dan Indonesia. Kami percaya kepada Pemerintah Indonesia untuk memimpin proses ini," pungkasnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More