Kamis 11 Oktober 2018, 17:10 WIB

Mendagri : 60% PNS Di Sulteng Sudah Berkantor

Dwi Apriani | Nusantara
Mendagri : 60% PNS Di Sulteng Sudah Berkantor

MI/PIUS ERLANGGA

 

SETELAH dilanda bencana gempa dan tsunami di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, kini kantor pelayanan milik pemerintah daerah dan kantor pemerintah sudah mulai beroperasional. Yang semula lumpuh, namun kini sudah kembali melayani masyarakat dan menjalankan rutinitas sehari-hari seperti biasanya.

Hal itu dipastikan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai membuka Rakornas Camat Regional II di Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (11/10). Ia mengatakan sampai dengan hari ini, 60% PNS di kantor-kantor pemerintahan Sulteng sudah kembali bekerja.

"Hari Rabu kemarin sudah mulai apel, 60 persen PNS di lokasi bencana dipastikan telah masuk kerja," kata Tjahjo. Ia mengakui, kinerja pelayanan dari kantor-kantor pemerintahan memang belum maksimal namun ia meminta masyarakat untuk memaklumi hal tersebut.

"Banyak PNS yang bekerja di kantor pemerintahan yang masih trauma dan belum berani berkantor di ruangan pasca gempa dan tsunami. Mereka masih takut dan yang pasti untuk tata kelola pemerintahan untuk memberi pelayanan Sulawesi Selatan, khusus Palu dan Donggala sudah jalan saat ini," kata Tjahjo.

Tidak hanya itu, Tjahjo pun mengaku turut prihatin atas musibah yang tejadi di Palu dan Donggala. Apalagi ada 59 orang Satpol PP dan 40 orang pegawai Pemerintah Kota Palu meninggal dunia karena bencana tersebut.

"Total ada 59 Satpol PP dan 40 pegawai Pemda Palu meninggal, khusus untuk di Palu. Untuk daerah lain ini masih belum terdata berapa. Yang penting pemerintahan dari tingkat provinsi sampai desa sudah jalan walau pakai tenda. Jadi kalau masyarakat ada yang mau lapor dan urus perizinan juga bisa mengurus. Termasuk kalau mereka mau buat KTP," tandasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More