Rabu 10 Oktober 2018, 10:20 WIB

Dirgantara Indonesia Boyong CN235 ke Paviliun Indonesia

Antara | Ekonomi
Dirgantara Indonesia Boyong CN235 ke Paviliun Indonesia

ANTARA News/Ida Nurcahyani
Replika pesawat CN235 di Paviliun Indonesia pada Rabu (10/10/2018)

 

PT Dirgantara Indonesia memboyong sejumlah produknya termasuk pesawat CN-235 dan N219 Nurtanio ke Paviliun Indonesia di Nusa Dua, Bali, untuk dipamerkan kepada para delegasi pertemuan tahunan IMF-WB 2018.

"Sudah ada beberapa delegasi IMF-WB yang tertarik dengan produk-produk PT Dirgantara, di antaranya ada menteri menteri dari Madagaskar dan Somalia," kata Rosyita Rahman, duta BUMN yang bertugas memberikan penjelasan kepada para pengunjung di Paviliun Indonesia, Nusa Dua, Rabu (10/10).

CN 235 adalah pesawat penumpang sipil angkut kelas menengah bermesin dua. Pesawat bermesin turboprop tersebut rancangan bersama PT DI dan CASA Spanyol.  

"Yang menarik bagi para delegasi adalah CN 235 ini bisa diubah modusnya dalam waktu satu jam di mana pesawat bisa jadi pesawat penumpang, pesawat logistik dan pesawat medis," kata Rosyita.

Selain CN 235, PT DI juga memamerkan pesawat N219 yang diberi nama Nurtanio. N219 adalah pesawat komuter kategori CASR 23, dengan kapasitas 19 penumpang.  

N219 dikembangkan sejak 2014 oleh PT DI yang bekerja sama dengan LAPAN. N219 cocok digunakan di wilayah perintis dan pegunungan sehingga mampu meningkatkan konektivitas dan aksesbilitas antar-daerah.

"N219 akan disertifikasi oleh DGCA/Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (Indonesia) dan EASA (Eropa). Keunggulannya antara lain bisa short take off dan landing dan mudah dioperasikan di daerah terpencil, bisa self starting tanpa bantuan ground support unit," kata Rosyita.

Selain itu, pesawat juga dilengkapi teknologi yang memungkinkan biaya operasi dan pemeliharaan rendah karena pesawat tidak perlu mengisi ulang bahan bakar untuk melanjutkan penerbangan ke rute berikutnya.

"Kabinnya terluas di kelasnya dan serbaguna untuk berbagai macam kebutuhan," katanya.

Pesawat buatan Indonesia sebelumnya memang sudah dilirik negara-negara Afrika. Pada April 2018, PT DI menandatangani kesepakatan penjualan pesawat CN-235 dan NC-212 senilai US$75 juta dengan angkatan udara Senegal dan Pantai Gading.

Dalam kesepakatan itu Indonesia menjual dua unit pesawat NC-212 seri 200 yang digunakan untuk pengawasan maritim dan satu unit CN-235 seri 220 untuk pesawat patroli maritim angkatan udara Senegal, serta satu unit CN-235 seri 220 untuk transportasi militer angkatan udara Pantai Gading. (OL-3)

Baca Juga

Ilustrasi

Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Miliki Potensi Besar

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:42 WIB
Menurut Deputi Gubernur Bank Indoensia (BI) Sugeng, melalui digitalisasi pula definisi sempit dari ekonomi dan keuangan syariah menjadi...
ANTARA/Asep Fathulrahman

Laba Bersih Wika Kuartal III 2020 Amblas 79% dari Tahun Lalu

👤 Fetry Wuryasti 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:28 WIB
Jatuhnya laba Wika karena beban pendapatan kuartal III 2020 naik menjadi Rp9,49 triliun (+46,9%) dari kuartal II 2020 sekitar Rp6,42...
Antara

Tingkatkan Mutu Pelayanan, Pegadaian Lakukan Standardisasi Outlet

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:22 WIB
PT Pegadaian Persero melakukan standardisasi terhadap 220 outlet Pegadaian di seluruh Indonesia pada tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya