Minggu 07 Oktober 2018, 07:00 WIB

Teknik Bohong Ratna Bagian Propaganda Jahat

Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum
Teknik Bohong Ratna Bagian Propaganda Jahat

ADAM DWI/MI

 

ANGGOTA Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Budiman Sudjatmiko menyebut Ratna Sarumpaet menggunakan teknik firehose of the falsehood. Teknik ini merupakan propaganda jahat yang memanfaatkan kebohongan sebagai alat politik.

"Tujuan utamanya untuk membangun ketidakpercayaan terhadap informasi," kata Budiman di posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurutnya, strategi ini tak menuntut konten kampanye yang objektif dan konsisten, tetapi mengedepankan kampanye yang masif dan berulang. Kebohongan menjadi bahan bakar kampanye tersebut. Dengan cara itu, Budiman menyebut kampanye politik bukan lagi untuk mengabarkan kebenaran, tetapi mengaburkannya. Dampak terparah ialah masyarakat. Mereka akan berada dalam kondisi ketidakpastian karena dibawa ke arus informasi palsu.

"Metode ini awalnya dikembangkan oleh KGB (Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti/ organisasi intelijen Uni Soviet) di era Uni Soviet," kata Budiman.

Ia tak menampik bahwa penggunaan strategi itu terbukti efektif menghasilkan kemenangan dalam kontestasi politik. Akan tetapi, kerusakan sosial dan politik yang sulit diperbaiki juga akan menyertai.

Sekjen PPP Arsul Sani mengungkapkan analisis senada soal teknik firehose of the falsehood. Menurutnya, Ratna ialah bagian dari rentetan aplikasi skema tersebut. Mengingat ada pemberitaan serupa mengenai pembakaran mobil Neno Warisman. Padahal, setelah diselidiki, ternyata bukan dibakar, tetapi ada tegangan arus pendek.

Prinsipnya, Arsul menilai teknik propaganda itu merupakan pengembangan hoaks dan ujaran kebencian. "Jika kita ingin memerangi hoaks dan ujaran kebencian, penyelidikan untuk membongkar teknik propaganda di atas perlu dilakukan.''

Skenario

Kebohongan Ratna Sarumpaet juga diyakini sebagai bagian dari skenario politik kubu Prabowo Subianto. Kebohongan itu dianggap sebagai bagian dari skenario yang gagal dan prematur. Ratna dianggap bukan masalah dan pemain utama pada skenario tersebut.

"Ini bukan salah Ratna saja. Dia secara pribadi bukan masalah utama karena dia cenderung diam. Dia sampaikan ke orang-orang oposisi itu di ruang tertutup. Yang bikin jadi politis ialah konferensi pers yang dilakukaan kubu Prabowo," ujar analis politik Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens dalam diskusi diskusi Politik Kebohongan dan Demokrasi Elektoral, di Jakarta, kemarin.

Boni meyakini Ratna tidak bekerja sendiri. Cerita bohong pengeroyokan Ratna diyakini Boni sebagai kerja kolektif untuk menjatuhkan kubu petahana. "Saya melihat ada satu garis desain yang sudah kelihatan. Itu juga terlihat dari tiket Ratna ke Cile dari pemda DKI.''

Boni mengatakan dirinya tidak percaya dengan pengakuan Ratna jika dirinya hanya melakukan sebuah kesalahan fatal.

Skenario paling mungkin, menurut Boni, ialah jika kubu oposisi berniat membuat cerita pengeroyokan untuk menimbulkan kebencian pada kubu petahana. Tanggal pengungkapan kejadian tersebut, 2 Oktober 2018 dipilih agar jarak antara mencuatnya kasus dan tanggal keberangkatan Ratna ke Cile tidak berjarak terlalu lama.

LPI dan Advokat Pengawal Konstitusi juga mengusulkan Ratna dijadikan ikon hoaks nasional. Tanggal Ratna mengaku melakukan kebohongan (3/10) harus dijadikan sebagai momen peringatan antihoaks nasional. (P-1)

Baca Juga

Gugus Tugas Covid-19/NRC/L-1

Daerah Bersiap Hadapi New Normal

👤Bayu Anggoro 🕔Jumat 29 Mei 2020, 06:51 WIB
Pemda akan bekerja sama dengan TNI/Polri untuk menjaga kedisiplinan masyarakat. Mereka menjadi pengawas di tempat kerumunan...
MI/Panca Syurkani

Komentari Roy Suryo, Darwis Triadi: Ngaku Pakar, Karya Enggak Ada

👤Henri Siagian 🕔Jumat 29 Mei 2020, 05:15 WIB
Menurut Darwus, keahlian yang dimiliki setiap orang bisa digunakan untuk kebaikan...
MI/Rommy Pujianto

Kasasi Perkara Bupati Cianjur Nonaktif Ditolak MA

👤Antara 🕔Kamis 28 Mei 2020, 23:47 WIB
Permohonan kasasi diajukan pada 23 Maret 2020 itu diputus oleh Hakim Agung Agus Yunianto, Leopold Luhut Hutagalung serta Surya Jaya pada 20...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya