Bos BEI Yakin Indeks Tutup Tahun di Level 6.000

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Minggu, 23 Sep 2018, 17:30 WIB Ekonomi
Bos BEI Yakin Indeks Tutup Tahun di Level 6.000

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Direktur PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi optimistis bila indeks harga saham gabungan (IHSG) mampu kembali menembus level 6.000 pada penutupan tahun nanti. Dia melihat tekanan global karena suku bunga AS di akhir tahun tidak akan sebesar bulan-bulan sebelumnya. 

"Kalo melihat indikasinya memang sepanjang ekonomi global itu tidak bergejolak luar biasa, indeks tekanan sudah tidak terlalu besar lagi. Insyaallah di akhir tahun tembus di 6.000 lebih," ujar Inarno , di Kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (23/9).

Namun dia mengaku tidak berani memprediksi angka indeks akan mencapai titik tertentu. Ia hanya meyakinkan pergerakannya yang lebih stabil dari sebelumnya.

Sebab, tekanan dari eksternal seperti perang dagang antara AS - Tiongkok akan membuat sulit prediksi indeks IHSG. Salah satu upaya agar pasar tidak terlalu goyang, BEI terus mendorong investor lokal mengisi pasar. 

"Porsi lokal sekarang sudah lebih besar dari foreign investor. Investor lokal sekitar 52-58%. Kami akan terus tingkatkan jumlahnya. Jadi pendalam pasar uang kita lihat dari sisi supply-nya, dari produknya kami tingkatkan, juga dari sisi demand-nya, ritelnya kami dorong. IPO pun sekarang sudah 599. Saya rasa akhir tahun 600-an emiten," jelas Inarno.

Porsi investor asing di pasar modal,kata Inarno kini sekitar 40%-45%, dan lokal 50% lebih. Namun dia juga menekankan perubahan porsi ini, secara kepemilikan (amount) tetap besar dari asing.

"Kami harapkan ke depan porsi lokal lebih tinggi lagi. Bukan berarti ammount asing-nya turun, ini kan dari sisi persentase. Tapu dari segi absolutnya tidak turun," tukas Inarno. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More