Rabu 12 September 2018, 19:10 WIB

Demokrat: Ada yang Pakai Media Asing untuk Rusak Nama SBY

Putri Rosmalia | Politik dan Hukum
Demokrat: Ada yang Pakai Media Asing untuk Rusak Nama SBY

MI/RAMDANI

 

PARTAI Demokrat menyatakan pemberitaan media asing asiasentinel.com soal keterlibatan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus Century merupakan fitnah tidak berdasar.

Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean bahkan menyebut apa yang dituliskan di berita tersebut hanya merupakan halusinasi yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Semua yang dituliskan itu tidak lebih dari sebuah halusinasi yang buruk. Mengarang sebuah cerita dengan kisah kisah fiktif yang diolah sebagai seolah kebenaran," ujar Ferdinand saat dikonfirmasi, Rabu, (12/9).

Ia mengatakan, tidak ada sangkut paut antara kasus Century dan SBY, apalagi Demokrat. Meski saat kasus itu terjadi, SBY tengah menjabat sebagai presiden.

"Century itu tidak satu pun mengaitkan dengan SBY, dengan Demokrat, maupun dengan orang Demokrat. Robert Tantular pemilik Century juga tidak dikenal oleh SBY," ujar Ferdinand.

Fakta-fakta selama proses politik maupun proses hukum terkait Century, dikatakannya, sama sekali tidak menghubungkan dengan SBY, Demokrat, maupun orang Demokrat selain SBY.

"Jadi bagi kami itu hanya omong kosong dan fitnah kepada SBY. Data yang digunakan sangat tidak sinkron dengan fakta. Seperti contoh pencucian uang US$12 miliar itu lelucon karena di Century tidak ada uang sebesar itu," ujar Ferdinand.

Ferdinand juga mengatakan, jika pemberitaan itu sangat kental muatan politik. Ia mencurigai dalang dari pembuat berita adalah orang dari dalam negeri, tetapi lebih memilih menggunakan media asing sebagai tempat publikasi.

"Indikasinya, menggunakan media luar karena takut risiko hukum bila menggunakan media lokal. Ini sebuah permainan yang dirancang untuk merusak Demokrat," ujar Ferdinand.

Sebelumnya, laman berita asiasentinel.com merilis investigasi tentang patgulipat di balik Bank Century sebelum menjadi Bank Mutiara yang akhirnya jatuh ke tangan J Trust.

Artikel yang ditulis langsung oleh pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen, itu mengklaim adanya konspirasi mencuri uang negara hingga US$12 miliar dan mencucinya melalui perbankan internasional.

Asiasentinel.com menyebut Bank Century sebagai ‘Bank SBY’ karena lembaga keuangan hasil merger tiga bank itu menyimpan dana gelap terkait Partai Demokrat yang dipimpim SBY. Bank Century lantas disuntik modal pada 2008 dan berubah nama menjadi Bank Mutiara setelah diakuisisi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (X-12)

Baca Juga

MI/ARYA MANGGALA

NasDem : Penggantian PSN Perlu Pertimbangan Sistem Pertahanan

👤Teguh Nirwahyudi 🕔Minggu 31 Mei 2020, 17:54 WIB
KEMENTERIAN Koordinator Perekonomian mengusulkan penggantian Proyek pesawat R80 dan N245 menjadi proyek drone dalam usulan Proyek Strategis...
MI/Susanto

Ketua Komisi I Desak Pemerintah Lindungi WNI di AS

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 17:33 WIB
Dia meminta perwakilan pemerintah RI di AS untuk menghubungi WNI yang ada di sana secara acak untuk memastikan kondisi keamanan mereka...
MI/Andri Widiyanto

Ada Ganjalan Hukum dan Politis dalam Penunjukkan Dirut Baru TVRI

👤Ihfa Firdausya 🕔Minggu 31 Mei 2020, 17:03 WIB
Komisi I DPR RI menilai keputusan Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI melantik dirut baru meninggalkan beberapa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya