Ini Kesedihan Anak Medan, Penjaga Informasi Masjid Quba

Penulis: Ade Alawi Pada: Selasa, 11 Sep 2018, 08:30 WIB Humaniora
Ini Kesedihan Anak Medan, Penjaga Informasi Masjid Quba

MI/Ade Alawi
Asathinizzamani

DARI pagi sampai menjelang Zuhur, pengunjung Masjid Quba, Madinah, Arab Saudi, Sabtu (8/9) tidak pernah putus. Pengunjung yang notabene jemaah haji itu datang bergelombang dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Mereka menikmati kemegahan masjid bersejarah yang memiliki 19 pintu dan 3 pintu utama itu. Di dalamnya, jemaah melakukan salat sunnah dan menafakuri perjalanan Sang Pembawa Risalah, Nabi Muhammad SAW.

Masjid yang terletak di sudut perempatan jalan, tidak jauh dari jalan baru yang menghubungkan Madinah-Jeddah-Mekah itu sangat istimewa.

Pasalnya, Kanjeng Nabi langsung yang membangunnya pada 1 Hijriyah atau 622 masehi.

Selain itu, disebutkan dalam Al Quran surat at-Taubah ayat 108 bahwa masjid yang berjarak 3 kilometer dari Masjid Nabawi itu  dibangun atas dasar takwa.

Bahkan, Nabi Muhammad sebagaimana Hadist Riwayat Ibn Majah mengatakan salat di dalam masjid tersebut nilai pahalanya sama dengan umrah.

Di tengah ramainya jemaah, di bagian dalam masjid agak ke belakang, beberapa jemaah dari Al Jazair, Pakistan, Mesir,  dan India, mengerumuni bagian Markaz Tau'iyah (Tempat Bimbingan Agama).

Markaz Tau'iyah ini berada di bawah Ministry of Islamic Affairs, Dawah & Guidance, Secretariat of The Islamic Awareness in Hajj, Umrah, and Visit.

Pengunjung bertanya tentang banyak hal. Dua petugas dalam bahasa Arab dan Inggris sigap menjelaskan sejarah Masjid Quba, perhajian dan agama.

Salah satu petugas ternyata berasal dari Medan, Sumatra Utara. Namanya Asathinizzamani, 30, akrab disapa Ustaz Asatin.

Pria beranak tiga itu adalah lulusan Strata 2 Ilmu Hadist Universitas Islam Madinah.

"Saya bekerja di sini (Masjid Quba) selama musim haji dari pukul 07.00-1400 WIB," kata Asatin.

Dia mengaku senang bekerja di situ.

"Banyak pengalaman ketemu orang dari berbagai negara," tutur alumnus Ponpes Ar-Raudlatul Hasanah, Simpang Selayang, Kota Medan ini.

Tapi, ada yang membuatnya sedih. "Orang Indonesia ngak pernah mampir ke sini (ke Markaz Tau'iah). Mereka hanya datang salat sunnah dan foto-foto. Setelah itu pulang," pungkasnya. Kangen bertemu saudara sebangsa ya ustaz? (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More