Kemenkes Kawal Layanan Kesehatan Asian Games 2018

Penulis: (Mut/S2-25) Pada: Kamis, 16 Agu 2018, 10:10 WIB Humaniora
Kemenkes Kawal Layanan Kesehatan Asian Games 2018

DOK KEMENKES

DALAM rangka menyambut Asian Games XVIII yang akan digelar pada 18 Agustus sampai 2 September 2018 mendatang, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut melakukan sejumlah persiapan, guna menyukseskan pelaksanaan pesta olahraga terbesar Asia itu. Sesuai Instruksi Presiden (Inpres) No 2/2016 tentang Dukungan Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018, Kemenkes diinstruksikan untuk mendukung dan memfasilitasi pengawasan teknis medis penyelenggaraan pelayanan kesehatan Asian Games 2018, penyediaan pelayanan medis, pelayanan medis di venues, dan fasilitas rumah sakit. Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan bahwa selama penyelenggaraan Asian Games 2018, Kemenkes bertanggung jawab atas upaya pencegahan dan persiapan kesehatan mencakup pengendalian vektor, keamanan pangan (food security), dan pengawasan penyakit, serta publikasi.

Termasuk juga competition and non competition medical care, emergency & pre hospital care, dan hospital care. Selain itu, Kemenkes juga bertanggung jawab terhadap pelatihan emergency in sport event bagi para petugas kesehatan yang direkrut untuk event Asian Games. “Yang membedakan pelayanan kesehatan selama Asian Games, lebih dikuatkan pada ke gawat darurat dan dalam cedera olahraga.

Penanganannya pun lebih fokus dan spesifi k terhadap cedera olahraga ini karena kasus cedera akan menjadi kasus yang diantisipasi lebih banyak,” ujar Menkes. Namun demikian, ungkapnya, masalah kesehatan lain juga tidak bisa dikesampingkan. Apalagi, perhelatan akbar tersebut mempertemukan banyak massa dari berbagai negara dengan latar belakang beragam.

“Pastinya juga perlu dipastikan risiko penularan penyakit yang bisa terjadi,” cetus Nila. Ia pun menyebutkan, ada 18 cabang olahraga kategori olahraga dengan kontak fi sik dan badan secara langsung yang memiliki risiko tinggi. Di antaranya seluruh cabang bela diri, basket, sepakbola, sepeda, atletik, dan gymnastic. Untuk dapat mengantisipasi kecelakaan maupun atlet cedera saat pertandingan, Kemenkes menyiagakan sebanyak 27 rumah sakit (RS) sebagai rujukan, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. RS yang disiagakan di DKI Jakarta sebanyak 15 RS, di Sumatra Selatan 4 RS, di Jawa Barat 7 RS, dan di Banten 1 RS. Di samping itu, Kemenkes juga mempersiapkan 230 ambulans.

Sebanyak 25 unit di antaranya unit ambulans yang berfungsi sebagai mini ICU karena di dalamnya ada perlengkapan seperti ventilator, defi brilator, dan monitor. “Jadi, bicara ambulans bukan lagi sekadar sebagai sarana angkut ke RS, tapi sudah ada pelayanan medis di dalamnya. Bagaimana pelaksanaan manajemen di UGD sudah dilakukan di ambulans,” paparnya.

Kesiapan SDM
Tak kalah penting, menurut Nila, dari sisi kesiapan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, Kemenkes bersama Indonesia Asian Games Organization Committee (Inasgoc) menyiapkan 1.805 tenaga kesehatan terlatih dari berbagai disiplin ilmu. Mereka direkrut dari RS, Dinas Kesehatan, dan TNI, serta akan didistribusikan ke DKI Jakarta, Sumatra Selatan, Jawa Barat, dan Banten.

Khusus untuk peningkatan kualitas SDM, Kemenkes bekerja sama dengan sejumlah organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Perhimpunan Dokter Ahli Emergensi Indonesia, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, menyusun modul pelatihan emergency in sport event. “Pelatihan ini yang pertama dengan menggabungkan berbagai pengetahuan terkait dengan kegawatdaruratan.

Karena dalam pelaksanaan Asian Games pertandingannya macam-macam, tentu penanganan kegawatdaruratannya berbeda dan kemungkinan kecelakaannya berbeda,” jelas Nila. Masalah kesehatan yang mungkin terjadi saat event olahraga, salah satunya penyakit akibat makanan dan minuman, juga lingkungan. Menurut data, kasus penyakit dalam event olahraga dapat mencapai antara 10%-15% dari total peserta, dengan 20% di antaranya cedera olahraga yang sangat vital.

Menkes menekankan, cedera bisa saja diantisipasi, tapi faktor penyakit karena lingkungan yang perlu dijaga. Termasuk pengukuran kualitas udara dan pengendalian vektor binatang atau serangga penyebar penyakit. “Itu semua merupakan satu kesatuan yang saling terkait satu dengan yang lainnya,” ucap Nila. Terkait dengan hal itu, Kemenkes juga ikut melakukan pengawasan atau pemantauan kesehatan lingkungan di Wisma Atlet dan venue pertandingan dan latihan.

Antara lain dengan inspeksi kesehatan lingkungan terhadap media air, udara, pangan, sarana, dan bangunan serta penanganan sampah dan air limbah. Selain itu, bersama melakukan pengukuran kualitas udara dalam ruang serta pengambilan dan pemeriksaan sampel air bersih dan air minum yang ada di kawasan Wisma Atlet dan venue. Begitu pun dengan pengendalian vektor di Wisma Atlet dan venue. “Kami juga bertanggung jawab untuk memantau dan mengawasi kesehatan lingkungan agar aman dari risiko penularan penyakit. Termasuk, ancaman penyakit menular yang perlu kita waspadai tidak hanya ancaman lokal tetapi juga dari peserta negara lain,” tandasnya. (Mut/S2-25)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More