Kemendikbud Apresiasi Prestasi dan Dedikasi GTK Tanah Air

Penulis: S4-25 Pada: Kamis, 16 Agu 2018, 09:10 WIB Humaniora
Kemendikbud Apresiasi  Prestasi dan Dedikasi GTK Tanah Air

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Supriano---Dok. Kemendikbud

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali memberikan apresiasi atas prestasi dan dedikasi guru dan tenaga kependidikan (GTK) Tanah Air. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyerahkan penghargaan kepada 117 GTK berprestasi dan berdedikasi pada 2018.

“Anda yang hadir di sini semua juara. Kepada yang malam ini dinyatakan sebagai pemenang, saya mengucapkan selamat. Kepada yang belum, tetap semangat meningkatkan kompetensi dan memberikan layanan terbaik demi kemajuan pendidikan di Indonesia,” tutur Mendikbud Muhadjir Effendy pada Malam Apresiasi Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2018 di Plaza Insan Berprestasi, Kantor Kemendikbud, Jakarta, tadi malam.

Sebagai pendidik, guru dan tenaga kependidikan punya peran yang sangat penting, strategis, serta menjadi faktor utama keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Karena itu, kualitas guru dan tenaga kependidikan sangat menentukan kualitas pembelajaran dalam rangka menumbuhkembangkan potensi yang dimiliki setiap individu peserta didik. “Guru yang tidak hanya mengajar, tetapi berhasil menyentuh hati dan jiwa peserta didik, akan dapat membentuk karakter anak,” kata Mendikbud.


Atas nama pemerintah, Mendikbud menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggitingginya atas komitmen keprofesian, prestasi, dedikasi, tanggung jawab, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan oleh para GTK dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. “Marilah kita menjadikan Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tahun 2018 sebagai semangat untuk terus membangun peradaban bangsa Indonesia. Dengan demikian, kita menjadi bangsa yang berbudaya, cerdas, bermutu dan berkarakter, dan mampu bersaing dalam kancah pergaulan internasional,” ajaknya.

Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2018 diselenggarakan mulai 11-18 Agustus 2018. Ajang tahunan bergengsi ini
diikuti 908 GTK yang terdiri dari guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan sebagai perwakilan dari 34 provinsi. Pada tahun ini, lomba dibagi menjadi 39
kategori lalu ditentukan juara I, II, dan III di setiap kategori. Mekanisme seleksi dilakukan secara transparan, terukur, dan akuntabel, dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, kemudian tingkat nasional.

“Penilaian tidak lagi hanya fokus pada kompetensi teknis dan akademis tetapi juga meliputi soft skill mencakup kompetensi sosial. Peserta diuji kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, pemecahan masalah, dan literasi digital,” urai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Supriano.

Tak lupa, para peserta juga diuji kedalaman pemahaman terkait nasionalisme dan cinta Tanah Air yang dikemas dalam bentuk aktivitas permainan dan tugas proyek kelompok. Pada tahun ini, sistem pemberkasan dilakukan secara paperless. Penjurian dilakukan oleh para profesional dari berbagai unsur, di antaranya perguruan tinggi, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Perpustakaan Nasional, serta praktisi dari industri. “Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan akan selalu ada dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka, peningkatan kemampuan profesionalisme GTK mutlak dilakukan,” ujar Supriano.

Melalui kegiatan Pemilihan GTK Berprestasi dan Berdedikasi, diharapkan dapat memberikan rasa kebanggaan dan motivasi bagi para GTK.

“Itu juga membangkitkan tekad yang semakin kuat untuk terus memberikan pengabdian terbaik melalui karya-karya inovatif, inspiratif, dan dedikasi yang tinggi,” pungkas Supriano.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More