Kemendikbud Gelorakan Demam Asian Games

Penulis: Bay/Gnr/Ant/S1-25 Pada: Kamis, 16 Agu 2018, 09:10 WIB Humaniora
Kemendikbud Gelorakan Demam Asian Games

DOK KEMENDIKBUD

GELARAN Asian Games yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus-2 September 2018 melibatkan banyak pihak, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Terkait dengan hal itu, Kemendikbud menyelenggarakan sejumlah event menyambut pesta olahraga terbesar di Asia itu.

Salah satunya menggelar gerak jalan sehat di Jakarta dan Palembang yang melibatkan ribuan warga menyambut Asian Games.

Di Jakarta, jalan sehat digelar Sabtu (4/8), diikuti sekitar 5.000 peserta, terdiri dari pegawai Kemendikbud dan siswa sekolah menengah pertama (SMP) hingga sekolah menengah atas/kejuruan (SMA/SMK) se-Jabotabek.

 

Jalan sehat ini dibuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK) Puan Maharani.
Pada pidatonya, Muhadjir meminta seluruh elemen masyarakat agar ikut serta bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan Asian Games. “Mari kita gotong royong ikut menyukseskan Asian Games di tanggal 18 Agustus. Semua menyosialisasikan, semua beri semangat ke tim Indonesia guna meraih medali untuk Indonesia. Saya ucapkan selamat berjalan sehat dalam rangka menyukseskan dan menyambut Asian Games ke-18,” kata Muhadjir Effendy.

Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK Puan Maharani mengajak semua yang hadir turut membantu menyebarkan ‘demam’ Asian Games 2018. “Perlu saya sampaikan bahwa kita, Indonesia akan jadi tuan rumah Asian Games 2018, 45 negara akan hadir dengan jumlah personel sekitar 16 ribu orang. Asian Games adalah event olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade,” ujarnya.

Puan pun meminta masyarakat memberikan dukungan untuk para atlet, khususnya atlet Indonesia yang bertanding di Asian Games. Menko PMK pada kesempatan tersebut didapuk melepas peserta jalan sehat Kemendikbud.  Sebelum melepas jalan sehat, Menko PMK memperkenalkan maskot Asian Games 2018 yang bernama Atung, Bhin Bhin, dan Kaka.

Jalan sehat Kemendikbud menempuh rute sekitar 5 kilometer dimulai dari halaman Kemendikbud, sekitar GBK, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, lalu kembali lagi ke halaman Kemendikbud.

Menko PMK lalu mengikuti rombongan jalan santai dan bercengkerama dengan para peserta jalan sehat. Seusai jalan sehat, Menko Puan mengajak hadirin menari Poco-Poco bersama ketiga maskot Asian Games 2018. Acara dilanjutkan dengan kegiatan lainnya, seperti lomba futsal antarpejabat tinggi eselon I dan II di lingkungan Kemendikbud, hiburan musik, dan pembagian berbagai hadiah berupa puluhan sepeda, ratusan boneka maskot Asian Games, dan tiket nonton Asian Games.

Di Kota Palembang, jalan sehat Kemendikbud berlangsung pada Minggu (12/8). Seperti di Jakarta, gelaran itu diharapkan bisa membuat masyarakat menyemangati para atlet untuk meraih prestasi di Asian Games 2018.

 

Sebanyak 15 ribu peserta jalan sehat di ‘kota empek-empek’ dilepas Menko PMK dari Kantor Gubernur Sumatra Selatan, di Jalan Veteran. Para peserta berjalan menempuh 3,5 kilometer melewati Jl Radial dan Jl Kapten Rivai untuk kemudian kembali ke lokasi yang sama.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud, Didik Suhardi,yang mewakili Mendikbud mengemukakan peserta jalan sehat terdiri dari siswa, guru, tenaga kependidikan, pegawai unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikbud, serta pegawai pemerintah provinsi Sumatra Selatan. “Jalan sehat yang kita laksanakan saat ini adalah acara jalan sehat yang terbesar dari beberapa provinsi yang telah kita laksanakan sebelumnya,” kata Didik Suhardi.

Menko Puan Maharani mengapresiasi masyarakat yang bersemangat mengikuti gerak jalan sehat tersebut. Ia mengharapkan seluruh warga turut menyukseskan Asian Games yang segera dibuka pada 18 Agustus 2018 mendatang. Meskipun pembukaan dan penutupan Asian Games 2018 dilangsungkan di Jakarta, Puan meminta kemeriahan pesta olahraga kebanggaan Asia ini dapat juga dinikmati di Palembang dan semua pelosok Tanah Air.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad, yang turut mengikuti jalan sehat di Palembang ini mengajak warga belajar untuk memeriahkan Asian Games 2018. “Mari kita sukseskan Asian Games 2018. Semoga Indonesia mendapatkan medali emas sebanyak-banyaknya. Kita tonton dan meriahkan pertandingan Asian Games,” kata Hamid.


Pameran

Semangat menggelorakan ‘demam’ Asia Games juga dilakukan melalui budaya, seperti yang dilakukan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud melalui gelaran pameran bertemakan Dua Presiden RI tuan rumah Asian Games 1962-2018 di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Kota Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan pameran tersebut digelar sebagai kontribusi Dirjen Kebudayaan Kemendikbud dalam menggelorakan Asian Games 2018. “Melalui pameran ini masyarakat dapat mengetahui bahwa ini kali kedua Indonesia menyelenggarakan Asian Games,” kata Hilmar.

Ia mengatakan, Asian Games pertama dilaksanakan pada 1962 di era Presiden Soekarno dan 56 tahun kemudian Indonesia kembali menjadi tuan rumah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Gelora Bung Karno (GBK) menjadi salah satu monumen sejarah digelarnya Asian Games untuk pertama kalinya di Indonesia. Sejarah berdirinya GBK dipamerkan dalam bentuk foto serta miniatur dan ilustrasi pameran temporer Asian Games 2018.

Ia mengatakan GBK itu suatu gelanggang olahraga yang bergelora. Melalui pameran ini setidaknya bisa membangkitkan kembali ingatan kolektif rakyat Indonesia bahwa masa itu bergotong royong menyelenggarakan Asian Games, walau keadaannya jauh berbeda dengan tahun ini. “Jika dulu kita mampu, maka tahun 2018 ini tidak ada alasan buat kita untuk tidak memberikan pelayanan yang terbaik dalam penyelenggaraan Asian Games ini,” katanya.

Selain itu, Kemendikbud menyelenggarakan acara pameran bersama selama satu bulan sejak 31 Juli-30 Agustus 2018, di museum-museum di bawah Kemendikbud.
Menurut Dirjen Kebudayaan yang diwakili oleh Kepala Museum Nasional, Siswanto, pameran tersebut diselenggarakan sebagai dukungan terhadap penyelenggaraan Asian Games. Pameran tersebut diselenggarakan di Museum Nasional, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Benteng Vredeburg, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Museum Perumasan Naskah Proklamasi, dan Museum Sumpah Pemuda serta kerja sama dengan Direktorat PCBM, Museum Negeri Balaputeradewa, Museum AKA Gani, dan Balai Arkeologi Sumatra Selatan. “

Selain kegiatan pameran selama sebulan, terdapat rangkaian acara pendukung yang dilaksanakan, antara lain seminar, diskusi, dan belajar bersama di Museum, serta perlombaan-perlombaan untuk tingkat siswa,” ucap Siswanto ketika membukan pameran di ruang pamer temporer Museum Balaputeradewa, Palembang, pada Senin (30/7).
Selain itu, Kemendikbud pun membuat program khusus bagi para official. Program tersebut berupa kegiatan berkunjung ke museum-museum.

“Schedule-nya sudah kita siapkan, hanya untuk official saja. Ini juga bagian dari sosialisasi kita,” ucap Kepala Museum Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Siswanto.

Menurut Siswanto, para ofisial Asian Games nantinya diajak berkunjung ke museum-museum yang ada di Palembang dan Jakarta. “Sebenarnya kita tidak ada hubungannya dengan Asian Games, tetapi kami memanfaatkan momen untuk mengenalkan sejarah khususnya Sumsel, agar mereka pada saat kembali ke negaranya masing-masing ada kenangan tersendiri bahkan mereka bisa saja kembali lagi ke Sumsel untuk mengetahui sejarah lainnya,” ungkap dia.

Program tersebut juga, katanya, diharapkan akan meningkatkan kunjungan ke museum, khususnya bagi para kalangan pelajar.


Buku saku bagi atlet

Kemendikbud juga menerbitkan buku saku yang berjudul Tujuh Hari Pertama di Indonesia atau Your First Seven-Days in Indonesia untuk atlet Asian Games 2018. Buku saku yang diterbitkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikbud diperuntukkan bagi para atlet Asian Games 2018 yang berasal dari luar Indonesia.

Kepala Pusat Pembinaan Badan Bahasa, Gufran Ali Ibrahim, mengatakan buku saku tersebut bersifat praktis dan berisi kalimat-kalimat atau bahasa sederhana yang digunakan dalam percakapan sehari-hari yang dibutuhkan atlet Asian Games selama berada di Indonesia.

“Misalnya ucapan selamat pagi, bertanya sedang ada di mana, di mana toilet, terima kasih, atau apa kabar. Mereka (atlet) juga punya kesempatan belajar kosakata harian dasar yang dipakai untuk sintas atau survive jika suatu saat datang kembali ke Indonesia,” ujar Gufran seusai mendampingi Mendikbud beraudiensi dengan Panitia Asian Games 2018 di Kantor Kemendikbud, beberapa waktu lalu.

 

 Selain berbentuk buku saku, Badan Bahasa Kemendikbud juga akan menyiapkan buku Tujuh Hari Pertama di Indonesia atau Your First Seven-Days in Indonesia dalam bentuk daring (online) maupun luring (offline) dengan memasukkan softcopy ke flashdisk yang sudah disiapkan Panitia Asian Games 2018 untuk atlet.

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More