Kamis 16 Agustus 2018, 04:05 WIB

Apresiasi Kota Malang Tingkatkan Energi dan Kinerja Pembangunan

(hms*) | Advertorial
Apresiasi Kota Malang Tingkatkan Energi dan Kinerja Pembangunan

DOK HUMAS PEMKOT MALANG

BAGI Kota Malang, Agustus 2018 menjadi tahun istimewa. Seusai menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berlangsung aman dan damai, ada sejumlah momentum penting pada Agustus tahun ini, seperti Hari Ulang Tahun Arema 11 Agustus, peringatan 73 tahun kemerdekaan RI, kemudian pesta olahraga Asian Games XVIII. Momentum tersebut menyatukan tekad ‘energi’ dan ‘kerja’ guna menguatkan pembangunan.

‘Energi’ dari The Energy of Asia kunci tema Asian Games kali ini, sedangkan ‘kerja’ merupakan roh Pemerintahan Joko Widodo selama empat tahun terakhir untuk perubahan lebih baik. Bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, spirit tersebut menjelma komitmen untuk terus meningkatkan kinerja yang sudah dicapai.

Dengan tetap memegang teguh filosofi kebersamaan, semua organ institusi di Pemkot Malang perlu terus bersatu dan bahu-membahu dalam melanjutkan pembangunan. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Malang Sutiaji pun tidak pernah bosan memotivasi para aparatur sipil negara (ASN) dan semua elemen masyarakat, bahwa Kota Malang memiliki potensi besar yang perlu direalisasikan. ”Masih banyak pekerjaan yang perlu dibenahi dan ditingkatkan,” tegasnya.

Untuk itu, arah pembangunan ke depan akan berfokus pada kesejahteraan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kesejahteraan infrastruktur sesuai program pembangunan di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Kualitas SDM aparatur dibenahi secara sistematis agar mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menarik kepercayaan para investor.

Hal itu sejalan dengan predikat Kota Malang sebagai kota terbaik bidang investasi, infrastruktur, pariwisata, dan pelayanan publik. Menurut Sutiaji, ASN harus siap dan transparan dalam memberikan pelayanan secara profesional dan memiliki wawasan global. Dengan begitu, Kota Malang akan cepat menjadi kota entrepreneur sehingga tidak terus menengadah ke pusat melalui dana perimbangan.

Potensi besar
Dalam hal itu, banyak yang bisa dilakukan. Salah satunya ialah memperkuat dan memberikan nilai tambah sebagai kota pariwisata dan kota pendidikan yang unggul. Jejaring ekonomi mikro dan UMKM sebagai penggerak perekonomian juga terus diperkukuh. Sejauh ini, kinerja sektor UMKM diapresiasi banyak pihak, di antaranya Kementerian Koperasi dan UKM.

Kota Malang dianggap berpotensi besar untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. ”Malang memiliki potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, teknologi, dan ekonomi kreatifnya berkembang pesat. Intinya Malang sudah terintegrasi dengan baik,” puji Asisten Deputi Penelitian dan Pengkajian Kemenkop dan UKM Christina Agustina di Malang, Selasa (7/8).

Sekretaris Daerah Wasto menambahkan, perekonomian Kota Malang selama ini tumbuh rata-rata di kisaran 5%-6% per tahun dengan laju inflasi 2%-4%. Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kota Malang terjaga dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2012-2016) sebesar 5,9%.

Hal itu berkat program terobosan pembangunan dan didukung kerja keras semua pihak, menjadikan perekonomian tetap ajek sekaligus berkontribusi besar bagi stabilitas perekonomian Jawa Timur dan nasional. Adapun jumlah penduduk miskin di Kota Malang dalam kurun 2015-2017 turun signifikan menjadi 4,17%, menjadi yang terkecil ketimbang kabupaten/kota lain di Jawa Timur.

Bahkan, angka pengangguran pun turut menurun menjadi 7,22% pada 2017. Capaian itu menunjukkan bahwa Pemkot Malang telah ‘on the track’ dalam kinerjanya. Berbagai prestasi pelayanan publik dapat diraih hingga menjadi role model secara nasional setelah mengimplementasikan berbagai layanan pemerintahan berbasis elektronik (e-government).

Tak sekadar itu, tercipta pula kebijakan penataan kota yang menorehkan sejarah, seperti Inovasi Gerakan Menabung Air di kampung Glintung Go Green atau Glintung 3G. Inovasi itu meraih penghargaan tingkat dunia, menyejajarkan Kota Malang dengan Brussels (Belgia), Kopenhagen (Denmark), dan Boston (Amerika Serikat).

Pemkot Malang meyakini bahwa tujuan akhir pembangunan ialah rakyatnya mendapatkan fasilitas dasar yang memadai sehingga bisa hidup lebih aman, nyaman, dan sejahtera bersama. Namun, tanggung jawab pembangunan tidak hanya di pundak Pemkot Malang. Diperlukan keterpaduan  dan terintegrasi dengan pemerintah daerah sekitar.

Karenanya kepala daerah di Malang Raya komit untuk bersinergi, menguatkan koordinasi dan komunikasi. “Kita akan bangun tradisi bersama, dalam satu forum yang menghadirkan masing  asing organisasi perangkat
daerah agar ada sebuah konektivitas dan sinergi program,” pungkas Plt Wali Kota Malang Sutiaji. (hms*)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More