Ahmad Sahroni Ajak Berdemokrasi Tanpa Paksaan dan Isu SARA

Penulis: RO/Micom Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 19:30 WIB Politik dan Hukum
Ahmad Sahroni Ajak  Berdemokrasi Tanpa Paksaan dan Isu SARA

istimewa

ANGGOTA Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengingatkan masyarakat untuk tak terbawa isu SARA pada pesta demokrasi pemilu serentak di tahun 2019 mendatang. Calon presiden dan wakil presiden harus sesuai kata hati tanpa ada paksaan, termasuk dari isu agama yang kerap dimainkan dalam pelaksanaan pemilihan umum.

Sahroni menekankan, para calon presiden dan wakil presiden keseluruhannya merupakan putra bangsa. Karenanya ia menekankan masyarakat untuk tak terpecah belah meski pilihan politik berbeda.

“Bapak ibu tadi malam sudah melihat dan mendengar langsung calon presiden dan calon wakil presiden, baik Jokowi dan Ma’ruf Amin, baik Prabowo dan Sandiaga Uno. Ini adalah putra-putra bangsa yang akan memimpin pertarungan di tahun depan. Silahkan bapak-ibu pilih dengan sesuai kata hati, jangan memilih karena paksaan, jangan jadikan agama untuk pedoman menjalankan politik,” pesan Sahroni di sela-sela kunjungan kerja di Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (10/8).

“Kita sebagai masyarakat mendokan bangsa dan negeri ini menjadi bangsa yang hebat, bangsa yang kuat,” tukas Sahroni mengingatkan masyarakat Jati Pulo.

Hari ini kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden telah mendaftarkan diri ke KPU. Presiden Jokowi yang pada pilpres mendatang menggandeng Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya usai pendaftaran di KPU mengajak seluruh warga negara Indonesa menghadapi pesta demokrasi dengan kegembiraan. Dirinya mengingatkan demokrasi dalam pemilu seharusnya saling menunjukkan gagasan, ide, rekam jejak, dan prestasi. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More