Senin 06 Agustus 2018, 21:49 WIB

Mitigasi Bencana Harus Terintegrasi dalam Tata Ruang

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Mitigasi Bencana Harus Terintegrasi dalam Tata Ruang

ANTARA FOTO/Novrian Arbi

 

UPAYA pendekatan penataan ruang seharusnya ditingkatkan terhadap penekanan perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan rawan gempai. Pasalnya, mitigasi bencana itu ada pada regulasi yang dikeluarkan pemerintah.

Pakar Geologi Universitas Gadjah Mada, Wahyu Wilopo, Senin (6/8) mengatakan dalam mengantisipasinya, salah satu upaya yang diambil melalui pendekatan penataan ruang yang berbasis mitigasi bencana sebagai upaya keselamatan dan kenyamanan kehidupan masyarakat bisa terjaga.

"Kita sudah ada peta yang dikeluarkan pusat gempa nasional. Patahan-patahan mana yang dan daerah mana yang rawan gempa. Jika sudah rawan bisa disesuaikan dengan tata ruang, tata ruang mana yang dikembangkan berbagai daerah pemukiman, industri, pertanian atau daerah lainnya. Intinya, jika daerah pemukiman diusahakan menghindari daerah rawan gempa," katanya.

Jika tidak memungkinkan, katanya karena sebagian pemukiman sudah tumbuh sejak lama di lokasi itu. Maka dilakukan pengendalian pertumbuhan mendekati nol atau lakukan pengembangan standar bangunan tahan gempa yang memiliki ciri khasnya.

Lanjutnya, upaya itu harus dilakukan dengan upaya sosialisasi terhadap masyarakat. Begitu juga kepada developer atau pengembangan bangunan untuk memahami kontruksi standar terhadap gempa.

"Jadi mereka harus pahami itu. Kontrolnya dari pemerintah karena pengajuan bangunan harus ada IMB maka pemerintah bisa memaksimalkan peran dan sosialisasi di sini," terangnya

Ia menjelaskan, masyarakat berpikir bangunan tahan gempa itu mahal. Katanya, padahal banyak teknologi tahan gempa yang dikembangkan di tanah air yang relatif murah dan secara kearifan lokal setempat.

"Meski beberapa daerah tidak harus sama tetapi kuat terhadap guncangan gempa. Masyarakat diberi pemahaman tidak hanya memburu murahnya tetapi harus mengikuti standar hampa," paparnya.

Sementara itu, gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat merupakan akibat dari pergerakan Patahan Flores atau Flores Back Arc Thrust.

Menurutnya, aktivitas sesar naik FLores yang memanjang dari Nusa Tenggara Timur sampai ke Bali di bagian utara dan mengarah ke bagian sepanjang pulau di Nusa Tenggara. Begitu juga menyasar ke bawah Pulau Lombok.

"Biasanya itu suatu keseimbangan akan terjadi butuh waktu. Sehingga pada kejadian gempa pertama kemungkinan bisa memicu terhadap terjadinya gempa lainnya,"

Dimana guncangan gempa 7,0 SR Minggu (5/8) merupakan gempa utama setelah terjadi sejumlah rangkain gempa terbesar 6,8 SR pekan lalu.

"Gempa terakhir itu main shock, nah selanjutnya ada gempa after shock. Sampai malam ini masih ada gempa susulan sekitar 100 kali dengan kekuatan kecil," sebutnya.

Ia menambahkan, kewaspadaan tetap harus disiagakan pasalnya kemungkinan akan terjadi gempa dengan kekuatan yang sama atau berbeda lebih besar di lokasi berbeda.

"Jadi pusat gempa itu bisa terjadi gempa yang lebih besar atau sama tetapi mungkin tidak terdapat pada lokasi itu," terangnya.

Ia menjelaskan patahan aktif di Indonesia terus mengalami peningkatan dari 80 titik pada 2010 hingga 295 titik pada 2017 lalu.

"Jika mengacu pada pusat gempa nasional terdapat 80 patahan gempa pada 2010 tetapi naik menjadi 295 patahan pada 2017. Ini harus menjadi antusipasi bersama karena potensi Genoa di Indonesia besar," lanjutnya.

Meski demikian, otoritas setempat dan pemerintah pusat seharusnya segera melihat kawasan mana yang berpotensi gempa besar sehingga pemanfaatan data yang menjelaskan lokasi patahan titik gempa bisa dimanfaatkan untuk antisipasi ke depan. (OL-4)

Baca Juga

DOK. Get Plastic

Perjalanan Demi Ibu Bumi sejauh 1.300 Kilometer

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 17:05 WIB
Get Plastic akan melakukan perjalanan dari Bali-Jakarta mengendarai satu mobil yang nantinya akan diisi dengan bahan bakar dari sampah...
Dok.MI/Duta

Lima Fraksi Menolak, Pembahasan RUU Ketahanan Keluarga Dihentikan

👤Putra Ananda 🕔Selasa 24 November 2020, 16:23 WIB
Sebanyak 5 fraksi menyatakan tidak setuju pembahasan RUU KK dilanjutkan ke tingkat selanjutnya sebagai RUU inisiatif DPR. Ke-5 fraksi...
MI/CITRA LARASATI

Seleksi Guru PPPK untuk Tingkatkan Layanan pada Peserta Didik

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 24 November 2020, 15:15 WIB
Seleksi ini terbuka bagi guru honorer yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), serta lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya