ESDM Segera Luncurkan Aturan Panel Surya

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Kamis, 02 Agu 2018, 11:25 WIB Ekonomi
ESDM Segera Luncurkan Aturan Panel Surya

ANTARA

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan bahwa peraturan mengenai penggunaan rooftop panel surya untuk konsumen PT. PLN (Persero) jenis tertentu akan segera diterbitkan. 

Pemerintah membolehkan semua pelanggan PLN di luar konsumen industri, seperti golongan bisnis, pemerintah, dan rumah tangga, melakukan pemasangan rooftop panel surya.

"Arahan bapak presiden, Beliau minta coba bikin peraturan rooftop solar panel, dan 1-2 minggu ini peraturannya keluar, kita akan sosialisasi besar-besaran," ujar Menteri ESDM dalam keterangan resmi. (2/8).

Jonan menjelaskan, masyarakat yang memasang rooftop panel surya dapat menjual listrik yang dihasilkannya ke PLN. Tentunya itu dengan tata kelola harga yang diatur dalam peraturan penggunaan rooftop panel surya.

"Itu boleh pasang rooftop sendiri, nanti dia jual listriknya ke PLN, jual beli. Siang tidak pakai lampu dan AC, karena orangnya pergi, listriknya dijual ke PLN, malam dia beli lagi ke PLN," jelasnya.

Penerbitan peraturan penggunaan rooftop panel surya ini bertujuan untuk memenuhi komitmen bauran energi baru terbarukan (EBT), masyarakat juga bisa berinvestasi dengan memasang rooftop panel surya, sehingga bisa terjadi jual beli listrik. Selain itu, masyarakat bisa melakukan penghematan listrik.

Menurut Jonan, penghematan yang bisa dilakukan dengan adanya rooftop panel surya cukup signifikan. Ia mencontohkan rooftop panel surya yang sudah dipasang di rumah pribadinya sebesar 15,4 kWp dengan harga Rp200 juta. Kini, setiap bulan hanya membayar tagihan sebesar sekitar Rp1 juta, dari sebelumnya Rp4 5 juta.

"Paling kurang hemat Rp2 juta-Rp3 juta per bulan, setahun mungkin bisa 30-40 juta. Dalam 5 tahun, kembali dong uangnya," tutupnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More