Penyusup Lapangan Saat Final Piala Dunia Dibebaskan

Penulis: Antara Pada: Kamis, 02 Agu 2018, 10:33 WIB Sepak Bola
Penyusup Lapangan Saat Final Piala Dunia Dibebaskan

Ist

EMPAT anggota grup band punk Rusia anti-Kremlin Pussy Riot yang menyusup ke tengah lapangan saat final Piala Dunia 2018 dibebaskan dari tahanan polisi setelah ditahan selama 16 hari. Hal itu dikatakan pengacara mereka, Rabu (1/8) waktu setempat.

Para anggota band itu menjalani hukuman 15 hari karena berlari ke tengah lapangan dengan mengenakan seragam polisi selama paruh kedua pertandingan antara Kroasia dan Prancis pada 15 Juli.

Pertandingan pun sempat jeda beberapa saat untuk menghentikan aksi yang mereka katakan sebagai promosi untuk kebebasan berbicara.

Mereka dijadwalkan dibebaskan pada Senin (30/7), tetapi segera ditahan lagi setelah dibebaskan untuk penahanan beberapa hari berikutnya sebelum akhirnya benar-benar dibebaskan pada Selasa (31/7) malam, ungkap kuasa hukum mereka Nikolai Vasilyev.

Tidak jelas apakah mereka akan menghadapi tuduhan lebih lanjut karena tidak menaati instruksi kepolisian dan mengadakan acara publik tanpa izin sebelumnya sehingga petugas keamanan tidak berhasil mencoba mengantisipasi mereka, kata Vasilyev.

Pelanggaran tersebut berimplikasi pada ancaman hukuman penjara maksimal 10 dan 15 hari.

Aksi penyusupan ke lapangan yang dilakukan kelompok itu di stadion utama Moskow yang dihadiri pula Presiden Vladimir Putin serta pejabat tinggi lainnya menandai pelanggaran keamanan yang jarang terjadi di Piala Dunia Rusia.

Kelompok itu mengatakan aksi tersebut dimaksudkan untuk mempromosikan kebebasan berbicara dan merupakan protes terhadap apa yang mereka anggap sebagai kebijakan korup FIFA, badan global sepak bola.

Pussy Riot menjadi terkenal di tingkat nasional pada 2012 ketika anggota mereka dipenjara setelah melakukan protes terhadap Putin di katedral Ortodoks Rusia di Moskow. Kelompok ini telah menjadi simbol aksi protes anti-Kremlin. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More