Selasa 24 Juli 2018, 12:30 WIB

Oezil Disalahkan atas Kegagalan Jerman, Warga Keturunan Turki Protes

Marcheilla Ariesta | Sepak Bola
Oezil Disalahkan atas Kegagalan Jerman, Warga Keturunan Turki Protes

AFP/LUIS ACOSTA

 

WARGA keturunan Turki di Jerman marah besar dan menyebut kritik terhadap Mesut Oezil sebagai tindakan rasialisme. Oezil merupakan pemain sepak bola asal Jerman yang kini memperkuat tim Arsenal.

"Dia melakukan hal yang benar. Dia telah memberi contoh. Ini pasti akan terjadi ketika Anda menghina seseorang karena asal mereka atau iman mereka," ucap Abbas Haydin, 63, salah satu pensiunan Jerman keturunan Turki.

Laman AFP, Senin (23/7),, melaporkan Oezil mengundurkan diri dari tim nasional Jerman pada Minggu (22/7) malam waktu setempat. Dia mengaku mengambil keputusan tersebut karena kecewa mendapat kritik dari media dan dari Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) Reinhard Grindel.

Sebelumnya, Grindel mengkritik Oezil lantaran melakukan pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Mei lalu. Sedangkan media-media Jerman juga melontarkan kritik karena performa Oezil bersama timnas Jerman.

Kritik makin tajam usai tim juara bertahan itu gagal melaju ke babak lebih tinggi di Piala Dunia 2018. Harian Bild, merupakan salah satu surat kabar yang selama beberapa pekan terus mendorong agar gelandang Arsenal tersebut dipecat dari tim nasional.

"Media Jerman menulis bahwa Mannschaft kalah karena Oezil. Itu tidak benar!" tegas Haydin.

Oezil memperkuat timnas Jerman sejak 2009. Selama 10 tahun berseragam Der Panzer, gelandang berusia 29 tahun tersebut sudah mengoleksi 92 penampilan dan menyumbang 23 gol di seluruh ajang.

Pria keturunan Turki ini juga berhasil membantu Jerman meraih gelar di Piala Dunia 2014. Hanya saja, ia gagal membawa Die Mannschaft meraih gelar di Piala Dunia 2018 lantaran tersingkir di babak penyisihan grup. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More