Jokowi Minta Penggunaan Biodiesel Dipercepat

Penulis: Nur Aivanni Pada: Jumat, 20 Jul 2018, 10:53 WIB Ekonomi
Jokowi Minta Penggunaan Biodiesel Dipercepat

ANTARA/Wahyu Putro A

PRESIDEN Joko Widodo meminta jajaran di bawahnya untuk mempercepat penggunaan biodiesel dan energi terbarukan. Saat ini, kata dia, penggunaan energi fosil masih sangat dominan sedangkan pemanfaatan energi terbarukan masih sangat kecil.

"Kita tidak boleh hanya bergantung pada energi fosil semata karena suatu saat energi fosil akan habis," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas dengan topik percepatan pelaksanaan mandatori biodiesel, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (20/7).

Ia pun mengingatkan bahwa pembahasan untuk segera menggunakan energi terbarukan sudah dibicarakan dalam beberapa kesempatan.

Hanya saja, ia menyayangkan implementasi tersebut belum seperti yang diharapkan.

"Ini ingin saya tekankan dan prosesnya akan saya lihat terus," tegasnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan bahwa perlu ada perbaikan terhadap neraca perdagangan Indonesia, yakni dengan mengurangi impor minyak. Dengan begitu, pemerintah bisa menghemat devisa.

"Saya mendapatkan informasi bahwa setiap hari kalau bisa kita lakukan, kita akan hemat kurang lebih US$ 21 Juta per hari. Kalau betul-betul ini bisa kita laksanakan," tegasnya.

Karena itu, ia menekankan bahwa dirinya akan terus memantau bahwa pelaksanaannya dapat terealisasi di lapangan. Ia ingin memastikan bahwa penggunaan biodiesel bisa semakin meningkat dan meluas.

"Tidak berhenti pada target di atas kertas, tapi menjadi komitmen kuat untuk setiap kementerian, lembaga, BUMN dan dalam rangka ini saya minta betul-betul disiapkan secara detail dari hulu sampai hilir," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More