Lucky Hakim Klarifikasi Ketua Umum PAN

Penulis: Putra Ananda Pada: Rabu, 18 Jul 2018, 18:45 WIB Politik dan Hukum
Lucky Hakim Klarifikasi Ketua Umum PAN

ANTARA

KADER Partai NasDem Lucky Hakim membantah pernyataan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang menuding dirinya menerima uang Rp2 miliar untuk pindah ke Partai NasDem. Alasannya pindah karena banyak kebobrokan di tubuh PAN.

Pertama, kata Lucky, mundurnya dia dari PAN dikarenakan ada permasalahan internal partai yang ingin melakukan pergantian antar waktu (PAW) kepada dirinya yang saat itu masih duduk di Komisi X. Lucky mengaku muak dengan PAN lantaran Mahkamah Partai sibuk ingin melakukan PAW kendati tidak ada alasan yang logis. Merasa tersinggung, akhirnya Lucky memutuskan hengkang dari PAN pada 11 April 2018.

"Saya mundur karena sudah muak bertahun-tahun beberapa kali disidang untuk PAW, lalu ketika saya tidak bisa hadir dalam tugas ke Jawa Barat, rapat harian memutuskan saya di PAW pada tanggal 31 Januari 2018," paparnya.

Selain itu, Lucky menuturkan justru PAN lah yang pernah meminta uang dari dirinya. Pada 2015 dirinya pernah diperas oleh kader PAN. "Ada jejak digitilnya dan saya sudah buat laporan ke kepolisian waktu itu," paparnya.

Sebelumnya Zulkifli Hasan mengaku terkait kepindahan Lucky Zulkifli, karena adanya imbalan uang yang diberikan langsung dari partai Lucky saat ini. “Itu saya terima kabar langsung dari Lucky yah. Dia sma saya, katanya sudah terima Rp2 miliar dari Rp5 miliar yang dijanjikan,” ungkapnya.

PAN secara umum tidak mempermasalahkan kadernya berpindah ke partai lain. Namun, jika semua diawali dengan uang, Zulkifli menambahkan, kehancuran dan timbulnya bibit-bibit korupsi tidak bisa dibendung.

“Kalau sudah begitu korupsi tidak bisa dihindarkan. Apa lagi kan ini diawali dengan uang. Kalau pileg, pilkada, hingga pilpres bicara uang mau jadi apa negara ini iya kan?,” tandasnya. (Opn/OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More