Pengguna dan Penerbit SKTM Palsu Diancam 6 Tahun Penjara

Penulis: Budi Arista Romadhoni Pada: Rabu, 11 Jul 2018, 11:42 WIB Humaniora
Pengguna dan Penerbit SKTM Palsu Diancam 6 Tahun Penjara

Ilustrasi

KEPOLISIAN Daerah Jawa Tengah akan menindak tegas pemalsuan dokumen Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) orangtua calon siswa Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). Mereka dapat dijerat pasal pemalsuan dokumen.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan pembuat SKTM jika tidak terbukti benar-benar miskin akan dijerat sesuai Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat atau Dokumen.

"Ancamannya enam tahun penjara. Kami imbau kalau kita ini mampu, beri kesempatan saudara-saudara kita yang tidak mampu," katanya di Mapolda Jawa Tengah, Rabu (11/7).

Polda Jateng sudah membentuk tim dan melakukan penyelidikan untuk menindak tegas para orangtua siswa baru dan petugas yang menerbitkan SKTM. Termasuk oknum guru dan pengurus sekolah yang terlibat.

"Kita temukan sekitar 200 SKTM maka nanti dari Direktorat Kriminal Umum Polda Jateng dan Kasat Reskrim polres-polres yang menindak lebih lanjut," ujarnya.

Dia sangat prihatin atas fenomena ramai-ramai membuat SKTM untuk mencari celah masuk ke sekolah negeri favorit.

"Ada kebijakan yang baik, bagi masyarakat tidak mampu dapat mengenyam pendidikan. Namun dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat yang mampu dengan menggunakan SKTM," tandasnya. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More