Minggu 24 Juni 2018, 16:45 WIB

Perayaan Ketupat Jalin Toleransi Umat Beragama

Voucke Lontaan | Nusantara
Perayaan Ketupat Jalin Toleransi Umat Beragama

ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

 

PERAYAAN hari raya ketupat bagi umat muslim di wilayah Sulawesi Utara (Sulut), sudah menjadi tradisi menjalin toleransi umat beragama. Kegiataan religi ini digelar umat muslim diberbagai tempat, seperti di Manado, Minahasa, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Kota Bitung, seminggu setelah hari raya Idul Fitri.

Bukan saja umat muslim yang merayakan, tetapi semua agama ikut serta merayakanseperti warga beragama Kristen, Budha, Hindu, juga ikut serta memeriahkan tradisi ini. 

"Tradisi hari raya ketupat ini maknanya sangat mendalam, sebab mencerminkan toleransi umat beragama yang saling bersilahturahmi," kata Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey di Manado, Minggu (24/6).

Gubernur Olly bersama Ketua TP PKK Provinsi Sulut, Rita Dondokambey Tamuntuan, ikut  menghadiri perayaan ketupat di Kampung Jawa Tondano, Kabupaten Minahasa, dan bersilaturahmi dengan para tokoh agama muslim di Masjid Al Falah Kyai Modjo.

Kampung Jawa Tondano sudah ada sejak jaman kehadiran Pangeran Kyai Modjo sekitar abad ke-17. Mayoritas warga yang bermukim di Kampung Jawa Tondano beragama muslim, tetapi kehidupan sehari-hari hetrogen. Sebab warga berdarah Jawa sudah kawin-mawin dengan warga Minahasa.

Karena itu, tidak mengherankan bila Lebaran atau parayaan Ketupat, suasana di Kampung Jawa Tondano dipadati warga dari berbagai penjuru untuk bersilahturahmi. 

"Perayaan ketupat secara filosofi mengandung arti memperkuat tali silahturami antara sesama, baik sesama keluarga, sesama tetangga, sesama kerabat, sesama masyarakat, dan sesama manusia yang berbeda agama," ujar Olly.

Menurut Olly, seperti ketupat yang terbuat dari janur yang begitu kuat teranyam dan rapih, kehidupan warga juga saling berdampingan ditengah-tengahkemajemukan berdasarkan semboyan 'Torang Samua (kita semua) Ciptaan Tuhan'," ungkapnya.

Di tempat terpisah di Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, setiap tahun seminggu setelah Lebaran juga disemarakan dengan perayaan Ketupat. 

Kepala Polisi Resort Kota Manado, Komisaris Besar, FX Surya Kumara dihubungi wartawan terpisah, menyatakan perayaan ketupat berjalan dengan aman dan kondusif.

"Polresta Manado menurunkan aparat sepertiga personel mengamankan perayaan ketupat. Laporan yang saya terima situasi aman dan kondusif, warga yang berkunjung saling bersilahrurahmi," ujarnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More