Jumat 22 Juni 2018, 17:16 WIB

Sejak H-2 Lebaran, Sampah Bekasi belum Terangkut

Gana Buana | Megapolitan
Sejak H-2 Lebaran, Sampah Bekasi belum Terangkut

ANTARA

 

SEJUMLAH warga Bekasi mengeluhkan banyaknya sampah yang belum terangkut sejak H-2 lebaran. Sampah yang kini baunya kian menyengat itu dinilai sangat menganggu.

“Sampai dengan H+4 lebaran sampah di rumah saya belum juga terangkut. Ada dua kantong plastik sampah yang saya masih letakan di dapur saking tidak muat di bak sampah,” ungkap Aisyah, 34, warga Perumahan Setia Bina Sarana (SBS), Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jumat (22/6).

Aisyah mengaku, sebagai warga yang tidak ikut mudik saat lebaran, tentunya Ia tetap memproduksi sampah rumahan. Namun, jadwal rutin pengambilan sampah tidak berjalan seperti biasanya. “Saya berharap, seluruh sampah ini bisa diangkut, baunya sudah menyengat,” kata dia.

Hal senada diungkapkan Nur Apriani, warga Perumahan SBS lainnya. Menurut Nur, tersendatnya jadwal pengambilan sampah oleh petugas mendorong warga berpikir untuk membuang sampah ke tempat lain. Sebab, sebagian besar tempat penampungan sampah mereka telah penuh.

“Warga lain malah mikir membuang sampah ke kali lah, ke kebun kosong dan tempat lainnya. Karena mereka sudah tidak tahan melihat sampah yang berantakan di rumah mereka,” ungkap Nur.

Hal ini berpotensi menimbulkan titik tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Direktur Emoviropment Community Union (ECU) Benny Tunggul mengatakan masalah sampah di Kota Bekasi tidak permah selesai. Bukan hanya terjadi saat Lebaran saja, menurutnya, penumpukan juga terjadi setiap hari.

“Tiap hari pemerintah daerah tak sanggup mengangkut sampah yang dihasilkan masyarakat. Masalahnya armadanya tidak ada,” katanya.

Benny mengaku, seharusnya Pemkot Bekasi bisa melakukan pengadaan armada truk sampah tiap tahun. “Jangan seperti sekarang berharap bantuan DKI untuk memberi truk sampah hibah. Ternyata setelah diterima kondisinya rusak parah,” tegas dia.

Sebelumnya diberitakan, jumlah produksi sampah warga Kota Bekasi meningkat sekitar 540 ton atau sekitar 2.340 ton per hari. Padahal, pemerintah setempat mencatat, rata-rata produksi sampah perhari normalnya berkisar 1.800 ton per hari. Itu didominasi oleh sampah rumahan. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More