LBH Masyarakat Sayangkan Vonis Mati Aman Abdurrahman

Penulis: Haufan Hasyim Salengke Pada: Jumat, 22 Jun 2018, 13:53 WIB Politik dan Hukum
LBH Masyarakat Sayangkan Vonis Mati Aman Abdurrahman

LBH Masyarakat mengecam vonis mati yang dijatuhkan terhadap Aman Abdurrahman oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/6). LBH Masyarakat menolak hukuman mati atas kejahatan apapun.

"LBH Masyarakat memahami bahwa aksi terorisme yang dilakukan jaringan Aman Abdurahman adalah tindakan yang keji dan telah memakan banyak korban. Tetapi hukuman mati bukanlah jawaban atau respon yang tepat untuk mengatasi serangan teror yang terjadi di Indonesia," ujar Direktur LBH Masyarakat, Ricky Gunawan, dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, sebelumnya pada 2008, tiga pelaku teror, Amrozi, Imam Samudera, dan Mukhlas telah dieksekusi. Namun nyatanya, eksekusi mati terhadap ketiganya tidak menyurutkan aksi terorisme.

Menurut Ricky, eksekusi mati di dalam kasus terorisme justru berpotensi menyulut perlawanan balik dan dapat menguatkan semangat mereka untuk melanjutkan aksi teror.

"Terhadap Aman Abdurahman, salah satu opsi penghukuman yang bisa diambil misalnya hukuman seumur hidup sambil yang bersangkutan menjalani proses deradikalisasi," kata Ricky.

Hukuman mati, kata dia, adalah hukuman yang bersifat ilusi karena seolah dapat mengatasi maraknya serangan teror yang terjadi, padahal tidak berhasil menghentikan laju perkembangan terorisme.

"Kejahatan terorisme adalah kejahatan yang kompleks dan membutuhkan solusi terukur bersifat jangka panjang dan holistik, serta tidak bisa mengandalkan langkah reaksioner seperti hukuman mati." (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More