Jumat 22 Juni 2018, 13:47 WIB

Pelemahan Rupiah Pascalibur Dinilai Dapat Ditoleransi

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Pelemahan Rupiah Pascalibur Dinilai Dapat Ditoleransi

ANTARA

 

NILAI tukar rupiah yang melemah, diakui Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo sebagai suatu penyesuaian pascalibur panjang. Selama libur Lebaran, terjadi tekanan secara global dan hampir semua mata uang mengalami pelemahan.

"Jadi tidak usah kaget kemarin terjadi pelemahan. Kami terus berkomitmen menstabilisasikan," ujar Perry di Gedung Menara Sjafruddin Prawiranegara Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (22/6).

Rupiah pada perdagangan Jumat (22/6) dibuka pada level 14.100 per AS$, setelah kemarin ditutup pada Rp14.102. Adapun pada perdagangan sesi 1 itu, rupiah terpantau menguat di angka 14.098. Pada penutupan perdagangan sebelum libur panjang lalu, (13/6) rupiah ditutup pada 13.923 per AS$.

Year to date pelemahan rupiah dinilai masih dapat ditoleransi. Bila dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, tingkat pelemahan rupiah year to date yang tercatat 2,3% itu dinilainya.

Dia mengatakan BI akan selalu ada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui kebijakan mereka, baik berupa kenaikan suku bunga maupun relaksasi makro prudensial. Dengan terjaganya stabilitas, dia berharap ke depan pertumbuhan bisa naik sehingga mendapatkan kepercayaan investor dalam dan luar negeri.

"Langkah kebijakan moneter kami akan membuat aset di pasar keuangan menarik bagi investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Kami perkirakan aliran modal asing masuk khususnya SBN akan kembali masuk dan menambah supply di pasar valas," ujarnya. (OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More