40% Mobil Pribadi Belum Kembali ke Jakarta

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Kamis, 21 Jun 2018, 17:19 WIB Nusantara
40% Mobil Pribadi Belum Kembali ke Jakarta

ANTARA

PT Jasa Marga menyebutkan masih terdapat 40% kendaraan pemudik yang belum kembali dari kampung halaman. Selama H-8 sampai H-1, perseroan mencatat jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui Gerbang Tol Cikarang Utama (Cikarut) mencapai 720.245 unit.

Ditambah pada hari pertama Lebaran sebanyak 96.452 kendaraan dan hari kedua Lebaran 90.921 kendaraan.

“Sekarang yang sudah balik itu sekitar 60%. Kami perkirakan puncaknya akan terjadi pada Sabtu (23/6),” ujar Sekretaris Perusahan PT Jasa Marga Agus Setiawan di Jakarta, Kamis (21/6).

Adapun, volume arus balik harian pada Selasa (19/6) yang melalui Gerbang Tol Cikarut mencapai lebih dari 130.000 kendaraan dan menjadi rekor terbesar yang pernah tercatat selama ini. Tidak berbeda jauh, pada Rabu (20/6) jumlah kendaraan yang melintas berada di kisaran 120.000 unit.

Melihat adanya volume kendaraan yang begitu besar, Agus mengatakan pihaknya siap melakukan sistem satu arah guna mendukung kelancaran lalu lintas.

“One way adalah diskresi Korlantas. Kami hanya melakukan instruksi yang diberikan,” ucapnya.

Walaupun dikeluhkan sebagian pengguna jalan yang terganggu oleh sistem satu arah, Agus mengatakan, jika melihat situasi yang sedang terjadi, langkah tersebut memang harus dilakukan.

“Kalau prioritasnya arus balik, pengguna tol yang akan ke arah timur pasti akan terhambat. Tetapi rekayasa itu dilakukan untuk menyelesaikan hal-hal yang sifatnya prioritas dan perlu diutamakan. Mau tidak mau saat dieksekusi pasti akan ada gangguan, berdampak pada hal lain. Tetapi harapannya itu menjadi solusi dari satu masalah yang besar, » terangnya.

Ia pun mengatakan Korlantas pastinya telah memikirkan secara matang sebelum memberlakukan kebijakan tersebut dan melakukan evaluasi harian guna melihat hasil yang didapatkan. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More