Rabu 20 Juni 2018, 14:30 WIB

Hari ini Puncak Arus Balik Lewat Udara

Agus Utantoro | Nusantara
Hari ini Puncak Arus Balik Lewat Udara

MI/Agung Wibowo

 

DIRJEN Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santosa menegaskan, puncak arus balik dengan menggunakan pesawat udara diperkirakan terjadi pada hari ini, Rabu (20/6) dan Selasa (19/6) malam.

"Bandara yang paling sibuk melayani kedatangan arus mudik yang menggunakan jasa angkutan udara adalah bandara di Yogyakarta, Solo, Semarang dan Surabaya," katanya di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Rabu (20/6).

Saat bandara lain sibuk melayani arus balik, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, sibuk melayani arus kedatangtan wisatawan.

"Jadi untuk puncak arus mudik hampir semua bandara itu terjadi pada H-6 Lebaran, sedangkan puncak arus balik terjadi pada H+4 atau Rabu 20 Juni 2018 dan H+3 atau Selasa malam 19 Juni 2018. Adapun di Bali puncak kedatangan penumpang usai perayaan Lebaran dan biasanya adalah wisatawan," kata Agus.

Dikatakannya, pemudik yang menggunakan jasa penerbangan untuk arus mudik Lebaran juga terus mengalami peningkatan dari 2017 yang meningkat 9,5% dan 2018 ini meningkat sekitar 10% dengan total jumlah penumpang mencapai hampir enam juta.

"Penerbangan di Indonesia dalam hal keselamatan juga semakin meningkat sehingga larangan maskapai dari Indonesia ke Eropa yang sempat diberlakukan dan kini sudah dicabut sehingga ada 62 penerbangan Indonesia ke Eropa yang kembali beroperasi," ujarnya.

Tingkat keterisian penumpang (seat load factor/SLF), kata Agus, selama pelayanan arus mudik Lebaran setiap maskapai cukup tinggi di atas 90% dan maskapai yang paling tinggi SLFnya adalah Batik Air, Garuda, Citilink dan menyusuk maskapai Nam Air.

"Para penumpang selama arus mudik hingga arus balik prilakunya cukup baik, taat terhadap aturan penerbangan sehingga pelayanan penerbangan berjalan dengan lancar," ucapnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More