Pemudik Jalur Selatan Jabar Tersisa 30%

Penulis: Bayu Anggoro Pada: Rabu, 20 Jun 2018, 13:24 WIB Nusantara
Pemudik Jalur Selatan Jabar Tersisa 30%

ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

SEKITAR 346 ribu kendaraan pemudik diprediksi belum melintasi  kawasan Nagreg, Bandung pada arus balik Lebaran 2018 ini. Berdasarkan data Polres Bandung, pada arus mudik kemarin tercatat 1 juta lebih kendaraan pemudik yang melintasi jalur selatan ini untuk menuju ke arah timur.

Kepala Polres Bandung AKB Indra Hermawan mengatakan, pada arus balik hingga Rabu (20/6) siang, tercatat 685.838 kendaraan yang kembali dari arah timur menuju kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta. 

"Jadi tersisa sekitar 346 ribu kendaraan yang belum masuk ke Nagreg," kata Indra saat menerima kunjungan Pj. Gubernur Jawa Barat M. Iriawan di Pos Polres Bandung di kawasan Cileunyi, Rabu (20/6).

Kedatangan Iriawan yang didampingi sejumlah kepala dinas terkait untuk memantau situasi terkini arus balik Lebaran 2018 ini. Indra melanjutkan, hingga saat ini puncak arus balik di Nagreg terjadi pada H+2 yakni tercatat 186 ribu kendaraan yang kembali untuk menuju arah barat.

Adapun puncak arus mudiknya terjadi pada H-2 karena terdapat 136 ribu kendaraan yang melintasi Nagreg dari arah barat. Sementara itu, jumlah kendaraan yang masuk Gerbang Tol Cileunyi dari arah Garut, Tasikmalaya, dan Sumedang pada arus balik ini sudah mencapai 409.304.

"Saat arus mudik kemarin, kendaraan yang keluar Tol Cileunyi (dari arah barat) tercatat 496.694. Jadi masih tersisa sekitar 87 ribu kendaraan pemudik," katanya.

Hingga saat ini, puncak arus balik yang melintasi Gerbang Tol Cileunyi terjadi pada H+2 yakni 49.137 kendaraan yang kembali ke arah barat. Sementara pada arus mudik, puncaknya terjadi pada H-2 karena tercatat 47.145 kendaraan roda 4 yang hendak menuju arah timur.

Lebih lanjut, dalam paparannya itu, Kapolres menyebut titik-titik  kemacetan di jalur selatan. Salah satunya di kawasan Rancaekek tepatnya di depan PT Kahatex.

"Karena di situ biasanya ada pasar tumpah, dan kalau pergantian shift (kerja pabrik) suka terjadi kemacetan," katanya. 

Selain itu, adanya perlintasan jalur kereta api turut memperparah kemacetan. Terlebih, setiap musim Lebaran seperti saat ini, jumlah keberangkatan kereta api naik berkali-kali lipat. 

"Dari 4 kali, naik jadi 30," katanya.

Meski begitu, menurutnya sejumlah langkah terus dilakukan untuk menekan angka kemacetan di jalur selatan ini. Salah satunya dengan menambah pintu masuk di Gerbang Tol Cileunyi.

"Kemarin sudah koordinasi dengan Jasa Marga. Yang asalnya 8, sekarang jadi 10 gate tol," katanya.

Selain itu, peningkatan kualitas infrastruktur di jalur alternatif terus dilakukan seperti dengan penambahan lampu penerangan di kawasan Cijapati. 

"Sekarang sudah terang, karena itu kan sebagai jalur alternatif," katanya.

Di tempat yang sama, Pj. Gubernur Jawa Barat M Iriawan merasa bersyukur karena arus mudik dan balik Lebaran tahun ini relatif lancar. Selain tidak terdapatnya tumpukan kendaraan yang signifikan, menurut dia angka kecelakaan lalu lintas pun berkurang.

"Alhamdulillah cukup lancar, tidak ada macet luar biasa. Angka kecelakaan juga berkurang," katanya.

Menurut dia, ini berkat penanganan yang tepat dari semua pihak terkait seperti pemerintah dan kepolisian. Cuti bersama menjadi salah satu penyebabnya karena mampu memecah waktu keberangkatan pemudik untuk menuju dan kembali dari kampung halaman.

"Memang dari tahun ke tahun kondisinya macet. Karena tidak sebanding antara pertambahan volume kendaraan dengan jalan. Ada sekarang ada perubahan," katanya seraya menyebut terdapat 30% kendaraan pemudik yang belum kembali ke perkotaan.

Ia juga meminta jajaran di bawahnya seperti Dinas Perhubungan terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk tetap menjaga kelancaran arus balik ini. 

"Mari kita layani masyarakat dengan maksimal. Itu tugas mulia kita. Kadishub terus bersinergi, siapkan apapun kebutuhan kepolisian," katanya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More