Selasa 19 Juni 2018, 13:00 WIB

Satwa di Ragunan Juga Nikmati Ketupat

Fachri Audhia Hafiez | Megapolitan
Satwa di Ragunan Juga Nikmati Ketupat

MI/ADAM DWI

 

KETUPAT menjadi menu wajib ketika Hari Raya Idul Fitri tiba. Menu itu juga dihadirkan untuk satwa di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.

Untuk menarik perhatian pengunjung, pengelola mengajak pengunjung menonton pemberian makan pada satwa atau 'feeding time'.

"Kami menawarkan program unik feeding time yaitu memberi makan satwa yang dilakukan oleh perawat," ungkap Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan, Dina Himawati, Senin (18/6).

Tahun ini, feeding time sedikit berbeda, sebab, pengelola memberikan ketupat. Tapi, bukan ketupat yang biasa diisi beras. Khusus untuk satwa, ketupat diisi dengan pakan satwa.

"Makanan satwa dimasukkan ke dalam ketupat terus nanti jadi pertunjukan dan bisa dinikmati pengunjung," ujar Dina.

Dina menyebut, program ini bisa disaksikan pengunjung pada 16, 17 dan 24 Juni 2018. Pemberian makan disesuaikan dengan jadwal makan satwa.

Adapun satwa yang dihadirkan dalam program itu yakni jerapah, gajah, harimau, siamang, beruang, dan orang utan.

"Waktunya tidak bersamaan, sudah kami jadwalkan. Misal, orang utan itu pukul 09.00 WIB, maka akan diumumkan melalui pusat informasi kami, bahwa pukul 09.00 WIB ada feeding time untuk satwa orang utan," jelas Dina.

Dina mengatakan, program tersebut juga sebagai kampanye, supaya pengunjung tidak perlu lagi memberikan makanan pada satwa di Taman Margasatwa Ragunan. Selain itu, program ini menjadi bentuk edukasi bagi masyarakat serta pelatihan syarat motorik bagi satwa.

"Pengunjung tidak kami libatkan. Karena sudah dua tahun ini Taman Margasatwa Ragunan tidak melakukan atraksi yang bersentuhan langsung antara satwa dengan manusia untuk meminimalisir risiko-risiko kemungkinan akan terjadi," tutur Dina. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More