Senin 18 Juni 2018, 09:35 WIB

Angkutan Berat Dibatasi Melintas hingga Pekan Depan

DY/AD/AU/N-3 | Mudik
Angkutan Berat Dibatasi Melintas hingga Pekan Depan

ANTARA/APRILIO AKBAR
ANTISIPASI ARUS BALIK LEBARAN 2018: Petugas melakukan pengamatan arus lalu lintas Lebaran 2018 melalui National Traffi c Management Center (NTMC) Polri di kantor Kakorlantas Polri, Jakarta, Kamis (14/6). Kementerian Perhubungan membuat sejumlah solusi untu

DINAS Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) membatasi armada angkutan berat melintasi jalan trans-Kalimantan hingga pekan depan. "Pembatasan angkutan berat ini untuk memperlancar arus mudik dan aurs balik Lebaran," kata Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan, Rusdiansyah, di Banjarmasin, kemarin.

Apalagi, saat ini arus mudik menggunakan jalur laut dan udara di Kalsel meningkat hingga 8%. Pelarangan ini berlaku sejak 14 hari sebelum Lebaran hingga 24 Juni setelah Lebaran. Namun, pengecualian bagi angkutan barang yang membawa sembako, bahan bakar, dan obat-obatan.

"Angkutan barang seperti semen dan barang lainnya dilarang. Ini untuk menjaga keselamatan para pemudik dan memperlancar arus lalu lintas," tambahnya.

Masih terkait dengan arus mudik, pada H+3 Lebaran, arus balik dari Jawa Tengah menuju lingkar Gentong Atas dan Bawah, Tasikmalaya, Jawa Barat, cukup padat. Para pengguna jalan berharap agar kepadatan kendaraan ini bisa diatasi dengan membangun tol.

Deni Muhamad, 36 pemudik dari Sekeloa Bandung yang harus menempuh enam jam perjalanan dari Tasikmalaya ke Bandung dengan menggunakan sepeda motor berharap Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya segera dibangun.

"Tol Cigatas ini bisa mengurai kemacetan terutama di Nagreg, Limbangan, Malangbong, dan Gentong," saran Deni.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, Ajun Komisaris Polisi Andrianto, menjelaskan untuk mengurai kepadatan di jalur selatan, polisi telah melakukan rekayasa lalu lintas.

"Mulai dari Nagreg Cagak tujuan Tasikmalaya telah dialihkan menuju Garut. Kita lakukan satu jalur termasuk di Limbangan arah Tasikmalaya. Untuk mengurangi beban. Kemudian, dilakukan one way mulai dari arah Jawa Tengah menuju Bandung," terangnya.

Dari Yogyakarta, puncak arus balik melalui Terminal Jombor, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, diperkirakan akan terjadi pada H+4 atau Selasa (19/6).

"Untuk saat ini belum ada peningkatan signifikan. Hingga sekarang tiket arus balik dari 35 agen di Terminal Jombor telah terjual 60%," kata Penasihat Paguyuban Agen dan Perwakilan Bus Malam Terminal Jombor, Sony Kurniawan. (DY/AU/N-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Paramayuda/foc/18

Puncak Arus Mudik telah Berlalu

👤Hld/Tri/JI/X-7 🕔Minggu 22 Desember 2019, 07:40 WIB
Untuk mengurai kepadatan lalin itu, rekayasa lalin contraflow diperpanjang mulai dari Km 47 hingga Km...
Mi/Permana

Mudik Nataru, Polri Prediksi Lonjakan 40% Mobil di Tol TransJawa

👤Antara 🕔Sabtu 21 Desember 2019, 10:15 WIB
"Banyak masyarakat mudik hari ini. Kenaikan (arus kendaraan) sampai 40%," kata Istiono di Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek,...
Medcom.id

75 Ribu Kendaraan Tinggalkan Yogyakarta Hari Ini

👤Patricia Vicka 🕔Sabtu 08 Juni 2019, 11:35 WIB
Peningkatan volume kendaraan yang menuju Jawa Tengah mulai terlihat sejak kemarin Jumat, 7 Juni...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya