Selasa 03 Maret 2015, 00:00 WIB

Gempa Diduga Picu Semburan Lumpur

Palce Amalo | Nusantara
Gempa Diduga Picu Semburan Lumpur
 
MESKI tidak menimbulkan korban dan kerusakan, gempa 7,1 skala Richter yang terjadi Jumat, pekan lalu, diduga menjadi penyebab munculnya semburan lumpur dingin di Desa Uiasa, Kecamatan Semau, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Lokasi gempa terjadi di Laut Flores di barat laut Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, dan getaran gempa dirasakan kuat di Kupang, yang berjarak sekitar 312 kilometer.

"Setelah gempa, Sabtu siang semburan lumpur muncul dan sampai hari ini sudah 4 hektare lahan tanaman padi yang tertutup lumpur. Lumpur sudah meluber sejauh 500 meter dari titik semburan dan menimbulkan keretakan tanah," papar Kepala Desa Uiasa, Kalvin Massa, tadi pagi.

Kejadian itu menarik perhatian warga dan mereka berdatangan ke lokasi semburan. "Kami khawatir jangan sampai semburan lumpur ini sama persis semburan lumpur yang terjadi di Sidoarjo," ujar Kalvin.

Sampai hari ini, petugas dari dinas pertambangan dan energi atau pakar pertambangan belum datang ke lokasi semburan. Padahal lumbur telah meluber mendekati permukiman penduduk.

Berbeda dengan semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, lumpur yang muncul di Kupang ini langsung mengering dan tidak tercium bau belerang maupun gas.

Di tempat terpisah, Kabid Migas dan Panas Bumi, Dinas Pertambangan dan Energi NTT Abraham Lettik mengatakan masih menanti laporan dari Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kupang sebelum menurunkan tim ke lokasi semburuan. "Kami tidak memiliki peralatan untuk meneliti kandungan lumpur, serta penyebab munculnya semburan lumpur. Dalam kasus ini, kami akan menyurati Badan Geologi di Bandung, dan tim ahli dari sana yang akan meneliti fenomena ini." (N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More