Senin 11 Juni 2018, 18:20 WIB

Ke Depan, RI Mesti Terlibat Proses Perdamaian Korea

Denny Parsaulian Sinaga | Internasional
Ke Depan, RI Mesti Terlibat Proses Perdamaian Korea

AFP

 

EFEK pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut Kim Jong un di Singapura bukan hanya untuk Asia Tenggara saja. Analis Politik Internasional LIPI Adriana Elisabeth menyayangkan mengapa Indonesia terlambat mengajukan diri menjadi fasilitator. Padahal, pertemuan itu berdampak global karena akan membicarakan program denuklirisasi--program Korut yang berdampak massal.

"Presiden Jokowi sebelumnya sudah mendorong agar Indonesia bisa jadi fasilitator. Bisa menyediakan tempat pertemuan. Tapi sayang kita terlambat."

Namun menurut Adriana, pertemuan ini pasati ada lanjutannya. Sehingga, dia menyarankan Indonesia memantau pertemuan sekarang untuk selanjutnya bisa menawarkan diri.

"Pertemuan ini kan mungkin tidak satu kali. Proses perdamaian ini tidak bisa cepat juga. Bisa saja Indonesia terus mengikuti proses ini dan untuk summit atau pertemuan-pertemuan berikutnya membicarakan perdamaian di Korea itu bisa kita mengusulkan jadi tempat pertemuan berikutnya."

Hal ini dinilai sangat penting, apalagi Indonesia sudah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB hingga 2020 sehingga bertanggungjawab untuk perdamaian dunia, khususnya di kawasan Asia Pasifik.

"Jadi kalau Indonesia bisa ikut berperan untuk menciptakan perdamaian di Semenanjung Korea, ini akan sangat jelas peran Indonesia. Ini bukan persoalan mudah tapi Indonesia bisa ikut berperan selain membawa misi politik luar negeri kita, ini juga salah satu hot issue jika Indonesia bisa mengarahkan perdamaian di Semenanjung terjadi, itu prestasi yang bagus sekali," jelas Adriana.

Terkait hasil pertemuan Trump-Kim, menurutnya, publik tidak bisa berharap banyak. Apalagi kedua negara itu memiliki defenisi denuklirisasi yang berbeda sekali

"Kalau pertemuan pertama mungkin tidak biaa terlalu tinggi ekspektasi kita. Karena kalau mau bertemu saja itu sudah sebuah pencapaian yang besar. Kerjaannya Korea Selatan berat juga. Nah.. artinya pertemuan besok itu sudah ada capaian yang baik bagi dua pihak yaitu akhirnya mau bertemu," urai Adriana.

"Yang pasti pembangunan kekuatan nuklir untuk tujuan damai sebenarnya diperbolehkan. Nah Korea Utara sejauh mana mau berkomitmen. Itu yang kita tidak tahu."

Baca Juga

AFP/JULIE LARSEN MAHER / Wildlife Conservation Society

Harimau di Kebun Binatang Bronx Positif Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 06 April 2020, 09:14 WIB
Harimau Malaya berusia 4 tahun bernama Nadia bersama saudarinya, Azul, serta dua harimau Amur, dan tiga singa Afrika menunjukkan gejala...
AFP/Paul ELLIS

Ratu Elizabeth II: Covid-19 Hanya Bisa Dikalahkan Secara Kolektif

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 06 April 2020, 08:54 WIB
Putra Ratu Elizabeth II, Pangeran Charles, serta Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah dinyatakan positif virus...
AFP/BERTRAND GUAY

Prancis Laporkan Angka Kematian Terendah Covid-19 dalam Sepekan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 06 April 2020, 08:38 WIB
Saat ini, di Prancis, ada 28.891 orang menderita virus korona dirawat di rumah sakit, naik 748 dari hari sebelumnya, dengan 6.978 orang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya