Hati-Hati di Tol Fungsional

Penulis: Akhmad Safuan Pada: Minggu, 10 Jun 2018, 07:40 WIB Mudik
Hati-Hati di Tol Fungsional

MI/SUSANTO
Lampu kendaraan pemudik menerangi jalur Tol Palimanan, di Cirebon, Jawa Barat, kemarin, malam. Jalur tol dan tol fungsional Trans-Jawa yang diaktifkan oleh Jasa Marga sangat membantu kelancaran arus mudik sehingga prediksi kemacetan di kawasan pintu Tol Pa

PEMUDIK yang melintas di tol fungsional Batang-Semarang diimbau berhati-hati mengemudikan kendaraan karena kondisi jalan bergelombang, penerangan jalan minim, dan terbatasnya lampu reflektif.

Pantauan Media Indonesia kemarin pagi hingga petang, ribuan kendaraan memasuki tol fungsional Brebes Timur-Semarang. Rata-rata pengemudi memacu kendaraan mereka di atas 70 kilometer per jam.

Ini membuat Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono prihatin lalu memerintahkan anak buahnya mengingatkan pemudik melalui pengeras suara untuk mengurangi kecepatan kendaraan mereka.

"Pengemudi harus waspada karena kondisi jalan bergelombang dan ada tikungan tajam. Cukup jalankan kendaraan 20-40 kilometer per jam. Saya juga minta pemudik istirahat jika lelah," kata Condro seusai menyusuri tol fungsional di Gringsing, kemarin.

Akan tetapi, banyak pengemudi tidak mengindahkan imbauan petugas. Seperti pengakuan Rizki Indrawan, pemudik dari Kranggan, Bekasi. "Empat jam saya menunggu tol fungsional dibuka. Saya penasaran dengan jalur baru itu."

Seperti diprediksikan sejak awal, dua titik di jalur pantura menjadi wilayah krusial karena berpotensi menimbulkan antrean panjang kendaraan pada hari ini atau H-5 di pantura Gringsing, Kabupaten Batang, dan Manyaran, Kota Semarang.

Adapun di perbatasan Brebes-Banyumas hingga ke Ajibarang, kemarin petang, arus kendaraan dari pantura juga mulai padat. Di jalur tengah yang hanya terdiri atas dua lajur sesekali terjadi antrean kendaraan di pertigaan SPBU Ajibarang.

Sejak kemarin puluhan ribu kendaraan memasuki Jawa Tengah melalui tiga jalur utama, yakni jalur selatan, pantura, dan Tol Trans-Jawa. Tol Trans-Jawa yang sudah tersambung sejak dari Merak hingga Surabaya menjadi primadona para pemudik karena dinilai lebih cepat ketimbang melalui dua jalur lama.

Ketika memasuki Gringsing, pemudik di tol fungsional harus keluar terlebih dulu ke jalan nasional karena belum selesainya proyek jembatan Kali Kuto. Setelah itu masuk kembali ke tol fungsional di Weleri berjarak 500 meter.

"Kami antre 20 menit sebelum masuk ke tol fungsional lagi," ujar Nugroho, pemudik tujuan Solo.

Tempat peristirahatan

Untuk mengantisipasi kemacetan jelang masuk kembali ke tol fungsinonal, petugas akan melakukan rekayasa lalu lintas dan contraflow pada ruas tersebut.

Di sisi lain, kebijakan contraflow juga diberlakukan mulai hari ini di Tol Jakarta-Cikampek dari arah Jakarta menuju arah Bandung. Contraflow dilakukan di Km 35 hingga Km 47 untuk mengurai kemacetan dan mulai meningginya jumlah kendaraan dari Jakarta.

PT Jasa Marga (persero) Tbk memprediksi hari ini atau H-5 jelang Lebaran merupakan puncak arus mudik. Sejak kemarin sudah 112 ribu kendaraan keluar melalui gerbang Tol Cikarang Utama atau naik 59% dari kondisi normal.

"Di Jakarta-Cikampek, kami ada 25 mobile reader," ungkap AVP Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru Santoso, di acara Mudik Bareng BUMN, kemarin.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama pengelola tol menyediakan 27 tempat peristirahatan sementara di ruas tol fungsional. Tempat peristirahatan itu dilengkapi fasilitas parkir berkapasitas 250 mobil dan dilengkapi musala serta tempat makan. (Nyu/Pra/CS/LD/AU/Ant/X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More