Selasa 24 Februari 2015, 00:00 WIB

Disdik Kaji Pengadaan Bus Sekolah untuk Atasi Kemacetan di Bogor

Antara | Megapolitan
Disdik Kaji Pengadaan Bus Sekolah untuk Atasi Kemacetan di Bogor

MI/Rendy F
bus sekolah

 

Dinas Pendidikan Kota Bogor, Jawa Barat, melakukan kajian pengadaan bus sekolah bagi siswa dan guru sebagai salah satu upaya mengurangi kemacetan, terutama pada saat jam berangkat dan pulang sekolah.

''Untuk bus sekolah masih kami kaji karena ada banyak hal yang harus disiapkan, mulai dari pengadaan bus, dan mekanisme pengelolaannya seperti apa, masih kita siapkan,'' kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Edgar Suratman di Bogor, Selasa (24/2) pagi.

Pengadaan bus sekolah, kata dia, memerlukan persiapan yang matang, baik dari sisi anggaran jika pengadaan dilakukan oleh pemerintah ataupun kemampuan sekolah untuk mengadakan bus siswa.

''Ada dua opsi apakah bus sekolah diadakan oleh Dinas Pendidikan yang dikelola melalui PD Jasa Transportasi atau oleh pihak sekolah, masih terus kami bahas bersama DPRD dan DLLAJ,'' katanya.

Menurut Edgar langkah cepat yang dilakukan Dinas Pendidikan dalam membatu mengurangi beban kepadatan lalu lintas di Kota Bogor adalah dengan mengurangi hari belajar. ''Kami sudah programkan untuk mengurangi hari belajar para siswa menjadi lima hari belajar,'' kata Edgar.

Dikatakannya pengurangan hari belajar siswa sekolah menjadi lima hari belajar sudah dimulai sejak awal tahun ini, tetapi belum menyeluruh semua jenjang pendidikan atau masih di tingkat SMA. "Kami akan siapkan secara simultan untuk semua jenjang pendidikan SD hingga SMP," katanya.

Untuk tahap awal pengurangan hari belajar diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang berada di tempat-tempat strategis yang tingkat kemacetannya tinggi, salah satunya di sekeliling Istana Presiden dan Kebun Raya Bogor seperti SMPN 1, SMAN 1, Kapel Regina Pacis.

Pengurangan hari belajar menjadi lima hari yakni Senin sampai Jumat ditujukan untuk mendukung rencana Pemerintah Kota Bogor menerapkan sistem satu arah di sekeliling Istana dan Kebun Raya Bogor.
''Karena pengadaan bus sekolah belum bisa cepat, maka langkah mengurangi hari kerja kami lakukan untuk mendukung program prioritas pemerintah kota dalam mengatasi kemacetan dengan sistem satu arah yang rencananya akan diberlakukan,'' kata Edgar.

Pemerintah Kota Bogor berencana melakukan penataan arus lalu lintas dengan penerapkan sistem satu arah di seputar Istana dan Kebun Raya Bogor menjadi searah jarum jam. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebutkan, penataan kawasan sekitar istana dan kebun raya yang merupakan pusat Kota Bogor tidak hanya satu aspek tetapi terintegrasi semua mulai dari mengatur rute angkot, manajemen lalu lintas, pembangunan pedestrian termasuk mengimplementasikan sistem satu arah.

Namun Bima belum bisa memastikan kapan penerapan sistem satu arah di sekeliling Istana dan Kabun Raya Bogor akan diimplementasikan. Pihaknya masih memerlukan waktu untuk mematangkan konsep dan melakukan sosialisasi terkait rencana tersebut. "Belum bisa dipastikan, yang penting konsepnya matang dan membutuhkan kesiapan warga karena nantinya warga sekitar akan merasakan pengaruhnya," kata Bima. (Ant/J-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More