Selasa 29 Mei 2018, 19:10 WIB

Mempertahankan Gunung Jambangan Ikon Kotabaru dari Ekspansi Tambang

Denny Susanto | Nusantara
Mempertahankan Gunung Jambangan Ikon Kotabaru dari Ekspansi Tambang

ist

 

SEJAHTERA tanpa tambang. Itulah yang sedang diupayakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan mencari sumber ekonomi baru daerah di luar sektor pertambangan.

Kawasan Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, merupakan pulau berkategori pulau kecil yang memiliki potensi luar biasa di luar pertambangan jika dikembangkan. Pulau yang merupakan ibu kota kabupaten ini memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, perikanan, kehutanan dan perkebunan.

Salah satu yang tengah dikembangkan pemerintah daerah adalah kawasan Gunung Jambangan sebagai pusat agroforestry. Gunung kecil ini merupakan ikon Kotabaru yang tengah dikembangkan sebagai destinasi pariwisata dan agroforestry.

Gunung Jambangan yang memiliki tinggi 4.170 meter dari permukaan laut (mdpl), terletak di Desa Sungai Pasir, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kotabaru. Gunung yang menjadi ikon Kabupaten Kotabaru ini, merupakan kawasan hutan lindung. Sayangnya, areal sekitar kaki Gunung Jambangan ini masuk dalam konsesi izin usaha pertambangan batu bara.  

Sesuai konsep agroforestry atau wanatani kawasan Gunung Jambangan akan dikembangkan pada sektor kehutanan, pertanian, perikanan, peternakan dan wisata.

"Pemerintah daerah berencana mengembangkan kawasan Gunung Jambangan sebagai kawasan wisata alam melalui sistem pemanfaatan jasa lingkungan," ungkap Kepala Bidang Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pulau Laut, Dewi, Senin (28/5).

Areal hutan lindung Gunung Jambangan yang mulai tergerus akan dimanfaatkan dan dikembalikan fungsinya sebagai salah satu areal penyangga dan memberikan fungsi ekonomi kepada masyarakat sekitar kawasan hutan lindung Gunung Jambangan.

"Ironis jika nantinya proyek jembatan penghubung Pulau Laut dan Kalimantan sudah selesai dibuat, masyarakat yang melintas justru melihat lubang-lubang tambang di Pulau Laut. Seharusnya Pulau Laut dibiarkan tanpa tambang dengan lingkungannya yang alami,” kata pegiat lingkungan di Kotabaru, Amrullah, Selasa (29/5).

Amrullah, yang juga seorang petani sukses di Pulau Laut dan berteman dengan Bob Sadino ini, bertekad menjadikan kawasan Gunung Jambangan menjadi kawasan agroforestry dan wisata. Sedikitnya, ada 130 hektare lahan miliknya yang disulap menjadi kawasan agroforestry dan sudah ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah untuk menikmati hasil panen buah-buahan sambil berekreasi menikmati keindahan alam dari atas Gunung Jambangan yang bisa melihat seluruh wilayah Pulau Laut.

Diungkapkan pria yang merintis usaha pertaniannya mulai dari menanam cabai satu hektare ini, tanah di Pulau Laut sangat subur dan cocok ditanami beberapa jenis tanaman, misalnya buah-buahan atau tanaman rempah-rempah seperti cengkeh dan kemiri.

"Daerah ini pernah terkenal dengan duriannya. Banyak potensi pertanian dan pariwisata yang bisa dikembangkan di kawasan Gunung Jambangan ini. Kemiri cocok ditanam, karena baik menyerap air dan bisa menjaga kawasan ini dari erosi," katanya.

Amrullah memiliki ratusan ha lahan di kawasan Gunung Jambangan yang ditanaminya dengan berbagai tanaman buah-buahan, misalnya durian, kelengkeng, rambutan, dan lainnya. Selain itu, ia juga mengusahakan peternakan ayam, bebek, dan sapi, serta membuat kolam ikan yang airnya berlimpah.

Karena itu, dia bertekad menentang ekspansi perusahaan tambang dan mengajak warga untuk tidak tergiur menjual tanahnya ke perusahaan pertambangan. Warga seharusnya dapat menikmati hasil pertanian dari tanah mereka sendiri jauh lebih baik daripada menjual lahan kepada perusahaan tetapi anak cucu sengsara di masa depan.

"Pulau Laut Tengah merupakan pintu gerbang Kotabaru, dan harus dijaga dari kerusakan lingkungan,” imbuhnya.

Dengan dijadikannya kawasan hutan lindung Gunung Jambangan menjadi destinasi wisata alam dan agrowisata, dapat meningkat pendapatan masyarakat. Pemberdayaan, masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan lindung Gunung Jambangan, diharapkam dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat guna mendukung terwujudnya kelestarian fungsi dan manfaat hutan dari aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More