Sabtu 26 Mei 2018, 14:25 WIB

Asa Tinggi The Eagles di Piala Dunia

Nurul Fadillah | Sepak Bola
Asa Tinggi The Eagles di Piala Dunia

AFP/JOE KLAMAR

 

TIKET Piala Dunia Rusia 2018 memiliki arti tersendiri bagi Serbia. Sebagai negara yang baru terpecah dari Montenegro dan merdeka pada 2006 lalu, Serbia membuktikan diri sebagai tim yang patut diperhitungkan pada rivalitas ketat di Rusia yang mulai berlangsung 14 Juni-15 Juli mendatang.

Keberhasilan di babak kualifikasi menjadi modal bagi tim nasional Serbia untuk mengalahkan lawan-lawan tangguhnya di Piala Dunia musim ini. Tim besutan Mladen Krstajic tersebut memastikan tiket setelah menjadi jawara Grup B dengan raihan 21 poin.

Sebagai negara yang merdeka, Serbia tercatat baru dua kali berpartisipasi di pentas sepak bola tertinggi di dunia. Pada 2010, The Eagles berhasil lolos ke Afrika Selatan, meskipun akhirnya hanya mampu bertahan di fase grup.

Namun, saat menjadi bagian dari Yugoslavia, Serbia telah berpartisipasi sejak 1930 silam dengan pencapaian tertinggi yakni peringkat empat yang berhasil diraih pada 1962 silam. Begitu pula saat masih bergabung sebagai Serbia dan Montenegro.

Mereka berhasil lolos ke Piala Dunia Jerman 2006 dan hanya bisa bertahan hingga fase grup. Dengan pengalaman yang dimiliki, The Eagles tampaknya punya peluang untuk dapat melaju lebih jauh kali ini.

Sejak dipastikan lolos ke PIala Dunia pada laga laga terakhir melawan Georgia 1-0, Oktober 2017 lalu, The Eagles tercatat sudah menjalani empat laga uji coba. Mereka bertandang ke Guangzhou, Tiongkok satu bulan setelahnya untuk menghadapi tuan rumah China PR yang berakhir dengan hasil kemenangan 2-0 .

Empat hari kemudian, Serbia kembali menjalani laga persahabatan melawan Korea Selatan. PAda duel yang berlangsung di Ulsan, Korea Selatan tersebut, Serbia harus puas dengan hasil imbang 1-1.

Sayangnya, pada uji coba ketiga melawan Morocco pada Maret 2018 lalu hasil skuat The Eagles kurang memuaskan. Mereka terpaksa mengakui keunggulan tim berjuluk Lions of the Atlas tersebut dengan skor 1-2 di Turin, Italia.

Beruntung pada uji coba terakhir melawan Nigeria, 27 Maret 2018 lalu, The Eagles kembali pada peek performa mereka. Vladimir Stojkovic dkk sukses meraih kemenangan dengan skor 2-0.

Arsitek tim Krstajic pun mengaku puas dengan perkembangan performa timnya kali ini. Meski demikian, Krstajic mengaku masih banyak yang harus diperbaiki anak-anak asuhnya.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada pemain atas kemenangan mereka dan penampilan mereka yang luas biasa, begitu juga dengan usaha, keterlibatan, tanggung jawab, dan disiplin dalam permainan. Satu-satunya hal yang tidka menguntungkan adalah hasil melawan Maroko, tetapi kami telah membuktikan kritik terhadap kami itu salah dengan penampilan kami kali ini," ujar Krstajic pasca pertandingan melawan Nigeria.

"Para pemain menunjukkan karakter dan membuktikan bahwa mereka siap bermain untuk tim nasional. Kami bergerak maju, karena ada pekerjaan penting di hadapan kami," lanjutnya.

Berpeluang Absen
Untuk menghadapi persaingan di Grup E melawan tim tangguh Brasil, Swiss dan Kosta Rika, Krstajic telah mempersiapkan amunisi-amunisi pemain yang cukup berpengalaman di Benua Biru Eropa. Pemain veteran, Aleksandar Kolarov yang merupakan bek AS Roma akan memimpin The Eagles. Sebagai kapten Kolarov akan didampingi oleh Gelandang Manchester United, Nemanja Matic yang menjadi wakilnya.

Di lini serang, The Eagles akan mengandalkan Aleksandar Mitrovic dan Aleksandar Prijovic sebagai juru gedor utama. Sayangnya, bek Matija Nastasic yang semula masuk dalam tim inti melawan Morocco berpeluang besar absen.

Bek chalke 04 tersebut mengalami cedera lutut yang ia rasakan saat laga kontra Hamburg SV pada 7 April lalu.

"Saya akan menepi selama beberapa minggu setelah merusak ligamen lutut saya, tetapi saya tidak tahu pastinya berapa lama atau apakah saya akan pulih tepat waktu untuk berlaga di Piala Dunia," tandasnya. (supersport/GOAL/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More