Jumat 25 Mei 2018, 08:21 WIB

Alquran dalam Kebenaran Ilmiah

Quraish Shihab | TAFSIR AL-MISHBAH
Alquran dalam Kebenaran Ilmiah

MI/Seno

TAFSIR Al Mishbah episode kesembilan ini membahas Alquran Surah As-Shaad ayat 27-35. Ayat-ayat ini mengisahkan putra Nabi Daud, yaitu Nabi Sulaiman.

Disebutkan, Allah SWT tidak menciptakan langit, bumi, dan segala isinya bukan tanpa tujuan. Allah juga tidak akan menyamakan orang baik dengan orang jahat. Allah menurunkan Alquran kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi manusia.

“Ada kitab, yakni Alquran, yang Kami turunkan kepadamu wahai Muhammad. Kitab itu penuh keberkahan, tujuannya yaitu agar manusia merenungkan, memperhatikan, dan mengambil pelajaran dari ayat-ayatnya. Supaya orang-orang mempunyai pikiran yang cerah, tidak diliputi debu kebatilan.”

Selanjutnya, ayat dalam surah ini menceritakan kisah Nabi Sulaiman. Allah mengatakan, “Kami anugerahkan padamu Daud, anak bernama Sulaiman.”

Sulaiman disebut Allah sebagai hamba yang bermutu, seperti ayahandanya, Nabi Daud, yang sering kembali kepada Allah (bertobat) ketika melakukan suatu kesalahan.

Seperti ketika suatu hari Nabi Sulaiman terlalu asyik memperhatikan kuda-kuda jinak yang bisa berlari dengan sangat kencang. Saking asyiknya, sampai-sampai ia melewatkan waktu beribadah kepada Allah.

“Sesungguhnya aku mencintai dan terbenam dalam keindahan kuda-kuda ini. Aku terpesona sehingga lupa beribadah sampai matahari terbenam,” kata Nabi Sulaiman. 

Ayat selanjutnya menceritakan bagaimana Allah menguji Nabi Sulaiman.

Allah berfirman, “Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan dia tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh yang lemah karena sakit, kemudian ia bertobat.”

Ujian itu diberikan karena Nabi Sulaiman telah berbuat kesalahan. Sulaiman pun berkata, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Mahapemberi.”

Kesimpulan dari pembahasan ayat-ayat dalam episode kali ini ialah, alam raya diciptakan Allah bukan sia-sia, ada tujuannya. Tidak mungkin Allah menyamakan orang baik dengan orang jahat, dan manusia diciptakan Allah untuk meraih keadilan. Untuk itu, Allah menurunkan kitab suci yang bisa digunakan untuk mendapat petunjuk.

Terakhir, dijabarkan kisah mengenai Nabi Sulaiman yang sadar bahwa ketika dia mendahulukan kecintaan pada dunia, itu melemahkannya dari kewajiban kepada Allah. Namun, kemudian dia bertobat. (Ind/H-2)

Baca Juga

MI

Bersegeralah Menuju Allah

👤Quraish Shihab 🕔Senin 03 Juni 2019, 23:20 WIB
AYAT sebelumnya sudah diterangkan tentang wujud-wujud keesaan Allah di bumi, dalam diri...
MI/Seno

Rezeki dari Allah bagi yang Yakin

👤Quraish Shihab 🕔Minggu 02 Juni 2019, 22:20 WIB
PEMBAHASAN Tafsir Al Mishbah dilanjutkan dengan Surah Az Zariyat ayat...
MI/Seno

Hari Pembalasan yang Dijanjikan

👤Quraish Shihab 🕔Sabtu 01 Juni 2019, 05:30 WIB
SURAH Az Zariyat menekankan kuasa Tuhan dalam mengatur alam raya hingga rezeki...

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Minggu, 29 Mar 2020 / 24 Ramadan 1440 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:26 WIB
Subuh : 04:36 WIB
Terbit : 05:53 WIB
Dhuha : 06:22 WIB
Dzuhur : 11:54 WIB
Ashar : 15:15 WIB
Maghrib : 17:47 WIB
Isya : 19:00 WIB

PERNIK

Read More