Alquran dalam Kebenaran Ilmiah

Penulis: Syarief Oebaidillah Pada: Jumat, 25 Mei 2018, 08:02 WIB Renungan Ramadan
Alquran dalam Kebenaran Ilmiah

MI/Adam Dwi
Umat muslim membaca Alquran atau Tadarus di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (19/5/2018).

BULAN suci Ramadan amat mulia karena merupakan bulan diturunkannya Alquran sebagai mukjizat terbesar dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, momentum Ramadan menjadi istimewa bagi kaum beriman untuk membaca dan mempelajari kebesaran-Nya melalui Alquran sebagai kebenaran yang ilmiah.

“Alquran dan kebenaran ilmiah, topik yang kita bahas, semoga kita mendapat kesimpulan dan pemahaman, kendati singkat mendalami cakrawala dan khazanah ilmu di dalam kitab suci mulia ini,” kata Ustaz Yunus Daud pada Kajian Ramadan bakda Zuhur di Masjid Nursiah Daud Paloh, kompleks Media Group, Jakarta, Selasa ( 22/5).

Ketua Program Magister Geothermal Universitas Indonesia (UI) ini pun membacakan surah monumental dalam Alquran, Al Alaq. Surah itu diturunkan ketika Nabi Muhammad merefleksi diri di Gua Tsur, Bukit Nur, Mekah. Ayat tersebut dibacakan Malaikat Jibril AS dan diyakini jatuh pada Ramadan.

Yunus menjelaskan, makna penggalan Surah Al Alaq ayat 1-5 yang Allah perintahkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya ialah untuk membaca, mengkaji, dan merenung kebesaran ciptaan Allah.

“Perintah membaca ini dikaitkan dengan penciptaan Allah terhadap karya cipta-Nya. Bacalah dari Tuhanmu yang menciptakan dan mengajari manusia dengan perantara pena dan mengajari apa yang tidak diketahui. Sejatinya masih banyak ilmu yang belum kita miliki. Namun bila kita bersungguh-sungguh belajar, Allah akan memberinya,” ujar Yunus.

Pengurus Masjid UI Bidang Kajian Islam dan Ilmu Pengetahuan ini melanjutkan, terdapat dua perintah dalam Surah Al Alaq. Pertama, membaca alam ciptaan Allah, termasuk membaca struktur tubuh kita sebagai insan dan kerumitan organ-organ tubuh, membaca tumbuhan, alam semesta, dan semua ciptaan-Nya. Kedua, membaca ayat-ayat tertulis atau ayat kauniyah.

“Alhamdulillah, melalui Ramadan, Alquran diturunkan menjadi petunjuk manusia. Oleh karena itu, kita mesti membacanya karena terdapat korelasi antara ayat satu dengan ayat lain, dan antara satu surah dengan surah lainnya,” katanya.

Bahkan, tuturnya, Alfatihah merupakan induk atau ummul Alquran. Ia mengingatkan kembali bahwa kita menghayati makna dan kebenaran-kebenaran surah yang sering dibaca dalam setiap rakaat salat tersebut.

Yunus yang meraih Doktor Eksplorasi Gheotermal di Kyushu University, Jepang, mengatakan, kandungan ilmiah Alquran yang meliputi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) telah tercakup sangat luas melalui ayat kauniyah, yakni meliputi penciptaan langit, bumi, planet-planet lain, guruh, kilat, tumbuhan, laut, dan gunung.

Mengutip dari Imam Al Ghazali, ayat-ayat kauniyah terdapat di sekitar 736 ayat dan merupakan salah satu mukjizat Alquran.

“Kebenaran dan mukjizat Alquran memiliki banyak sisi. Di antaranya dari sisi keindahan bahasa yang luar biasa, sejarah turunnya, dan ketepatan serta akurasinya terkait iptek. Isyarat pada Alquran dibuktikan bertahun-tahun dan berabad-abad sehingga Allah menantang manusia dan jin sekalipun yang sanggup berkumpul untuk membuat satu ayat saja. Hingga kini, tidak satu pun yang mampu dibuat,” papar Yunus.

Mahacerdas
Kebenaran ilmiah dari Allah yang Mahacerdas, katanya, tidak terjadi dengan sendirinya, seperti yang diungkap pakar fisika Stephen Hawking tentang fenomena-fenomena yang ada di alam semesta.

Ia menegaskan, Allah Mahacerdas, bisa mengatur semua alam semesta. Yunus mencontohkan batu-batu sayatan kecil yang bila dilihat dengan mikroskop terlihat keindahannya yang luar biasa karena pada sayatannya memiliki struktur.

“Strukturnya sama, kilauannya sama, besarnya sama. Di negara mana pun batu itu berada dalam sayatan sama, tetap sama semuanya. Hanya Allah SWT yang menghendaki ini terjadi dan bukan ada dengan sendirinya,” tegasnya. (H-1)

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Selasa, 16 Jul 2019 / 11 Ramadan 1440 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:25 WIB
Subuh : 04:35 WIB
Terbit : 05:51 WIB
Dhuha : 06:19 WIB
Dzuhur : 11:53 WIB
Ashar : 15:14 WIB
Maghrib : 17:47 WIB
Isya : 18:59 WIB

PERNIK

Read More