Kamis 19 Maret 2015, 00:00 WIB

Besok,Naskah UN Selesai Dicetak

MI/Fetry Wuryasti | Humaniora
Besok,Naskah UN Selesai Dicetak

DOK kementerian Pendidikan dan kebudayaan /Grafis /seno

 
MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menargetkan proses cetak naskah ujian nasional (UN) jenjang SMA dan sederajat harus selesai esok hari. "Ini penting agar UN bisa berjalan tepat waktu dan tidak tertunda," kata Anies di sela inspeksi mendadak ke perusahaan percetakan naskah UN, PT Pertja Penerbit dan Percetakan Sekuriti, di kawasan industri Pulogadung, Jakarta, kemarin. Anies menyatakan hingga Rabu (18/3) pagi, tercatat sudah 10.530.465 (84%) naskah UN untuk jenjang SMA dicetak dari target 12.502.938 naskah, dan 3.065.913 (75%) naskah UN jenjang SMK dicetak dari target 4.042.569 naskah.

Naskah UN dicetak 16 perusahaan percetakan di seluruh Indonesia. "Dengan kemampuan satu percetakan maksimal bisa mencetak 800 ribu halaman naskah UN per satu hari, kami optimistis naskah UN dicetak selesai tepat waktu, yakni Jumat, 20 Maret," papar Anies. Jumlah naskah UN yang dicetak tahun ini sebanyak 35.265.107 eksemplar. Selain 12.502.938 naskah UN SMA dan 4.042.569 naskah UN SMK, juga ada 18.719.600 eksemplar naskah UN untuk jenjang SMP. Sebanyak 35 juta naskah UN itu didistribusikan kepada 18.552 SMA/SMK dan 50.515 SMP. Sementara itu, jumlah peserta UN tahun ini mencapai 7,3 juta siswa yang terdiri dari 1,6 juta siswa SMA dan 1,1 juta siswa SMK yang mengikuti UN pada 13-15 April, serta 3,7 juta siswa SMP dan 632.214 siswa pendidikan kesetaraan yang mengikuti UN pada 4-7 Mei mendatang. Di sisi lain, Mendikbud menggarisbawahi pentingnya kerahasiaan soal UN pada seluruh percetakan yang bertanggung jawab terhadap naskah soal UN. Artinya, tidak ada satu pun yang boleh masuk ke percetakan selain yang berkepentingan. "Kami memonitor di kantor dua kali sehari untuk mendapatkan perkembangan dari pihak percetakan. Kemudian laporan kami cross check di lokasi. Kami juga tempatkan polisi dan CCTV," tegas Anies.

Konsentrasi
Pada kesempatan sama Anies pun menolak jika UN berbasiskan komputer (CBT) atau UN secara daring dikatakan mundur. Dia menyebut UN daring yang semula dijadwalkan 7-9 April lalu menjadi serentak dengan jadwal UN tulis pada 13-15 April merupakan upaya pemerintah untuk menyamakan waktu pelaksanaan UN. "Jadi, bukan diundur. Ini semata-mata untuk menempatkan konsentrasi yang sama. Semua siswa konsentrasi pada materi UN pada hari yang sama, bukan memperhatikan lebih pada salah satu jenis pelaksanaan UN," jelas Anies.

Terkait dengan dugaan kekurangsiapan infrastruktur, Anies menyatakan UN secara daring dalam pelaksanaannya jauh lebih sederhana. Dalam UN berbasis komputer, soal-soalnya bisa dikirim daring dan bila ada masalah, terdapat ratusan ribu stok soal. "Tidak ada urusan kesiapan. Jadi, jika ada orang menganggap ini soal kesiapan, tampaknya harus diperbaiki pemahamannya mengenai ujian," pungkas Anies. Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Nasdem T Taufiqulhadi menyatakan tidak ada masalah dengan pengunduran UN secara daring. "Yang penting, UN dilaksanakan dengan kualitas baik dan jujur. Tidak ada lagi kecurangan berjemaah seperti dulu," tukas Taufiqulhadi.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More