Selasa 22 Mei 2018, 09:41 WIB

Mengasuh Ratusan Anak dalam Kekurangan

Depi Gunawan | Peduli Sesama
Mengasuh Ratusan Anak dalam Kekurangan

MI/Depi Gunawan
Imas Masithoh (kerudung biru), pemilik panti asuhan Raudhatul Amanah, mengajar mengaji kepada anak asuh di panti asuhan miliknya di Kampung Cibungur, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

IMAS Masithoh, 42, warga Kampung Cibungur, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kerap dicibir para tetangga, bahkan dianggap gila. Di tengah serbakekurangan ia mengurus ratusan anak yatim piatu dan duafa di panti asuhan yang didirikannya.

Panti asuhan Raudhatul Amanah yang berdiri sejak lima tahun lalu itu memang bukan panti asuhan besar. Bahkan ia memulainya dengan menggunakan bangunan rumah peninggalan orang tuanya sebagai panti asuhan.

Untuk membesarkan anak-anak kurang mampu tersebut dan memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari, ia mengandalkan hasil berjualan gorengan dan keset yang ia buat.

Menurut Imas, awalnya hanya ada tujuh anak yang tinggal di pantinya. Seiring dengan berjalannya waktu dan kesulitan yang kerap dihadapi, kini lebih 100 anak pernah ia rawat dan besarkan. Bahkan, karena bangunan rumahnya tidak cukup lagi untuk menampung mereka, ia terpaksa menyewa rumah seharga Rp700 ribu per tahun.

Ia mengaku mulai membantu anak-anak kurang mampu berbagai umur setelah ayahnya meninggal pada 2012. Rasa sedihnya kehilangan ayah itulah yang menggerakkan hatinya untuk menampung anak-anak yang kehilangan kasih sayang orangtua maupun dari keluarga tidak mampu. “Setelah ditinggal Bapak, saya lalu berpikir bagaimana rasanya jika anak-anak kurang mampu ini kehilangan orang yang mereka cintai,” ujarnya, Minggu (20/5).

Perempuan itu mengungkapkan perjuangan untuk mengasuh dan menyekolahkan anak-anak memang berat. Namun, dengan keyakinan bahwa rezeki akan selalu ada, ia terus berupaya memenuhi kebutuhan mereka.

Suatu ketika ia pernah berniat membubarkan panti asuhannya karena kesulitan ekonomi. Namun, beberapa donatur membantunya. Kini penghuni pantinya tinggal 22 anak. Mereka yang masih punya orangtua ia kembalikan, tetapi seminggu sekali Imas bersama suami menjenguk mereka. (H-1)

Baca Juga

MI/ BARY FATHAHILAH

Masjid Sunda Kelapa Prioritaskan Zakat ke Warga Sekitar

👤Antara 🕔Kamis 14 Juni 2018, 15:30 WIB
PENGURUS Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, akan memprioritaskan penyaluran zakat fitrah kepada para mustahik melalui...
Dok Semen Indonesia

Semen Indonesia Gelar Pasar Murah dan Santunan untuk Anak Yatim

👤Micom 🕔Senin 11 Juni 2018, 16:48 WIB
PT Semen Indonesia dan Ikatan Istri Karyawan Semen Indonesia (IIKSMI) menggelar pasar murah dan santunan kepada anak yatim. Pembukaan pasar...
Dok Hotel Savero

QNET Berbagi Kebahagian Ramadaan dengan Anak Yatim Piatu

👤Micom 🕔Senin 11 Juni 2018, 13:52 WIB
QNET, perusahan penjualan langsung terkemuka di dunia, menyelengarakan acara buka puasa bersama anak yatim piatu sekaligus memberi...

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Sabtu, 24 Okt 2020 / Ramadan 1441 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dhuha : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK

Read More