Kamis 19 Maret 2015, 00:00 WIB

Kerjasama Pendidikan Yang Melahirkan Guru Berkualitas

MI/Bay | Humaniora
Kerjasama Pendidikan Yang Melahirkan Guru Berkualitas

MI/Bay

 
Sejatinya, kualitas pendidikan tidak mungkin melebihi kualitas pengajarnya. Filosofi itulah yang mendasari semangat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dan Djarum Foundation dalam  memberikan pembekalan bagi guru-guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah melalui Program Peningkatan Kualitas Pendidikan  Pembelajaraan Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM). Program  ini berjalan selama tiga tahun berkat   kerjasama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. melalui inisiatif 'BNI Sahabat Sekolah' dan Djarum Foundation. Direktur Program Djarum Foundation, Primadi H. Serad ,melalui rilisnya kepada pers,kemarin,menjelaskan program PAKEM dirintis  sejak awal tahun 2013   dan selesai akhir tahun  2015 ini.  Program  diikuti  empat  Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kudus, yakni SD Negeri 1 Jatikulon, SD IT Al Islam, SD Masehi, dan MI NU Banat.

Masing-masing dari sekolah tersebut mengirimkan satu Kepala Sekolah dan 10 tenaga pendidiknya guna mengikuti rangkaian program Peningkatan Kualitas Pendidikan ini. Menurut nya, sepanjang tahun 2013 lalu, para guru telah mendapatkan pelatihan PAKEM, yang tujuannya memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif di dalam proses untuk menghasilkan siswa-siswi aktif, kreatif, cinta akan belajar, tangguh dan unggul di bidangnya masing-masing.Metode pembelajaran ini wajib dikuasai para guru dalam menerapkan Kurikulum 2013, dimana mereka ditantang untuk dapat merubah budaya mengajar di dalam kelas, sehingga dapat tercipta suasana pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan untuk meningkatkan kemampuan afektif para anak didik. Untuk kepala sekolah, program ini memberikan pelatihan tata kelola dan tata layanan pendidikan, sehingga mereka mampu menjadi seorang pemimpin (leader) dan pengelola (manager) yang handal dalam membuat suasana pembelajaran yang baik di sekolah.

Para guru yang telah mendapatkan pelatihan diharuskan untuk melakukan diseminasi atau proses penyebaran inovasi yang direncanakan, diarahkan, dan dikelola , keterampilannya kepada rekan-rekan guru SD lainnya di seluruh Kabupaten Kudus. Hal ini dilakukan guna membangun sistem dan keberlangsungan hasil program PAKEM yang telah dijalankan. Kegiatan diseminasi dilakukan  seluruh guru  peserta pelatihan pada tanggal 29 - 30 April 2014  di Kudus, diikuti  100 guru-guru SD di Kabupaten Kudus. Guna memperkuat keterampilan yang sudah diterima di tahun pertama, maka program pelatihan ini secara konsisten dilanjutkan di tahun 2014. Fokus program tahun kedua terletak pada penguatan ketrampilan pedagogi  guru dalam mengelola pembelajaran melalui penerapan salah satu model pembelajaran dalam Kurikulum 2013, yaitu PBL (Project Based Learning) atau Pembelajaran Berbasis Proyek.

Model ini merupakan suatu pembelajaran kreatif yang berpijak pada identifikasi dan analisa 'problem' atau masalah-masalah yang ada di lingkungan sekolah. Melalui PBL ini, baik guru maupun siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan berkolaborasi dan ketrampilan berpikir kritis serta kreatif, melalui proses inquiry dan pendekatan scientific. Puncak pada program tahun kedua ini diselenggarakannya diseminasi kepada para guru dari berbagai wilayah meliputi Jakarta, Bogor, Cilegon, Karawang, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang yang berlangsung  pada 16-18 Maret 2015 di Gedung Jam'iyyatul Hujjaj Kudus (JHK), Kudus,Jawa Tengah. Acara ini ditutup  Kamis, 19 Maret 2015 dengan pameran Project Based Learning di tempat yang sama dihadirii,Soewarno M. Serad (Chairman Supervisory Board Djarum Foundation), - FX Supanji (Vice President Djarum Foundation), Renny Tri Ekowati (Pimpinan BNI Wilayah Semarang), - Ari Kun Widodo (Direktur Putera Sampoerna Foundation), dan - Djoko Susilo (Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda & Olahraga Kabupaten Kudus).

Dalam kegiatan ini,berbagai proyek hasil observasi dan karya siswa terhadap lingkungan sekitar dipamerkan, mulai dari proses pembuatan tempe, pupuk kompos, hidroponik dan bel sekolah, hingga bazar makanan dan minuman tradisional, pembuatan komik merawat lingkungan, dan pagelaran teater seni tematik oleh siswa. Primadi H. Serad mengatakan  pemaparan pembelajaran melalui sebuah project pada sistem PBL  atau Pembelajaran Berbasis Proyek,yang diterapkan, diharapkan kemampuan kognitif anak didik dapat meningkat, kepekaan akan kondisi lingkungan sekitar juga semakin tajam, serta mampu memberikan rangsangan untuk terus menciptakan sebuah gagasan positif terhadap fenomena di lingkungan sekitarnya. 'Segala upaya dalam peningkatan kualitas pendidikan dimulai dari peningkatan kualitas para tenaga pendidiknya,"kata Primadi. Menurutnya, program kolaborasi bersama BNI ini bertujuan untuk memberikan bekal bagi para guru dan kepala sekolah, sehingga mereka mampu menjadi tenaga pendidik yang berkualitas. Memasuki tahun ketiga, program ini fokus pada School Based Key Teacher Development, yakni pembentukan guru tutor agar nantinya mereka dapat melakukan pengembangan guru tutor melalui deseminasi di sekolah-sekolah dan Kelompok Kerja Guru (KKG).

Baca Juga

ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Indonesia Terus Upayakan Pemenuhan Hak Anak

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 24 November 2020, 14:20 WIB
Hal paling mendasar yang dilakukan Indonesia dalam upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan anak sesuai Konvensi Hak Anak adalah dengan...
ANTARA/	IDHAD ZAKARIA

Kabar Gembira, Kemensos Buka Kuota Tambahan BST

👤Suryani Wandari 🕔Selasa 24 November 2020, 14:05 WIB
Kuota baru BST bagi 20 ribu KPM diprioritaskan untuk daerah yang penyerapan bantuannya dinilai...
Antara/Raisan Al Farisi

Ada Potongan Pajak, Berapa BSU yang Diterima Guru Honorer?

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 24 November 2020, 13:58 WIB
Bagi guru honorer yang memiliki NPWP, besaran BSU dikenai potongan PPh sebesar 5%. Adapun penerima BSU yang belum punya NPWP, dikenai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya