Cerita Sneaker

Penulis: Ronald Surapradja Pada: Sabtu, 19 Mei 2018, 08:37 WIB celoteh
Cerita Sneaker

MI/Rommy Pujianto
Ronald Surapradja

DALAM urusan gaya berpakaian, saya termasuk orang yang konservatif dan tidak terlalu banyak perubahan sejak zaman kuliah. Celana jins, kaus band, dan jaket. Cukup itu saja. Justru perubahan yang banyak itu bukan di lemari baju, melainkan di lemari sepatu.

Ketika saya remaja dulu, musik grunge sedang berjaya. Sebagai ABG tentu saja saya mengikuti gaya idola saya. Walhasil sepatu saya dulu kebanyakan boots. Merek favorit tentu saja Dr Martens. Anak 1990-an mana sih yang tidak kenal dan pakai sepatu itu? Namun, itu cerita dulu. Sekarang lemari saya isinya sneaker semua. Ringan dan empuk, membuat kaki tidak sakit meski dipakai lama. Ternyata gaya memang harus disesuaikan dengan usia haha.

Berbicara mengenai sneaker tanpa membahas Nike ialah dosa besar hehe. Begitu banyak jenis dan fungsinya, tapi yang paling menarik perhatian saya ialah Nike Air Jordan. Saya yakin sebagian besar setuju Michael Jordan ialah pebasket terbesar dunia. Dia memang sudah tidak aktif bermain, tapi royalti dari namanya yang melekat di sepatu membuat pundi-pundi uangnya tidak pernah berhenti.

Coba saja googling best sneaker, pasti Air Jordan ini muncul di tiga besar. Mungkin ini yang membuat teman saya yang merupakan kolektor kelas berat Air Jordan mem-posting sepatu yang berbeda setiap harinya di Instagram.

Pertarungan
Pertarungan merek sepatu sneaker membuat banyak inovasi teknologi dan promosi yang membuat konsumen senang sekaligus bingung. Pilihan begitu banyak,  tapi sayangnya tidak berbanding lurus dengan dana hehe.

Dari segi inovasi teknologi, semakin hari sneaker semakin ringan,  empuk, dan semakin enak dipakai. Saya kira inovasi mereka beda-beda tipis, hanya beda nama teknologi dan bentuk komunikasi iklannya. Nah yang semakin membuat persaingan merek sneaker seru ialah saat mereka berkolaborasi dengan nama-nama terkenal dari mulai musisi, atlet, hingga seniman.

Pharell bekerja sama dengan Adidas, seperti halnya Kanye West yang laris manis dengan Yeezy-nya. Sementara itu, LeBron James dan Kendrick Lamar berkolaborasi Nike, sedangkan Rihanna dan Usain Bolt memilih dengan Puma.

Karena saya tidak terlalu intens mendengarkan musik mereka, saya pilih Vans yang berkolaborasi dengan Metallica hehe. Kalaupun tidak berkolaborasi, biasanya apa yang dipakai sang idola akan diikuti fannya. Seperti fan Oasis akan memakai Adidas yang dipakai Noel Gallagher.

Sneaker sekarang begitu populer, termasuk presiden kita pun sering terlihat memakainya. Saking populernya hingga ada Sneaker Day yang merupakan hari wajib para sneakerheads (para penggila sneaker) untuk berkumpul atau berburu sneaker impian. Untuk sebagian kalangan harga selangit bukan masalah, begitu pun jika harus antre panjang berjam-jam. Jadi untuk Lebaran kali ini berencana beli sneaker apa? (H-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More