Minggu 06 Mei 2018, 15:32 WIB

Cari Artefak, Tim Arkeologi Gali Titik Baru di Gua Pawon

Depi Gunawan | Nusantara
Cari Artefak, Tim Arkeologi Gali Titik Baru di Gua Pawon

MI/Depi Gunawan
PENCARIAN ARTEFAK GUA PAWON: Salah seorang peneliti dari Balai Arkeologi Bandung tengah melakukan penggalian tanah untuk mencari artefak atau alat-alat yang biasa digunakan manusia prasejarah di Gua Pawon, Desa Gunung Masigit, Cipatat, Kabupaten Bandung B

 

TIM peneliti Balai Arkeologi Bandung mengeskavasi titik baru untuk mencari artefak manusia prasejarah di Gua Pawon, Desa Gunung Masigit, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Pencarian artefak dilakukan di sebelah lokasi temuan dua kerangka manusia prasejarah sebelumnya. (Baca: Kerangka Manusia Prasejarah kembali Ditemukan di Gua Pawon). Selain artefak, tim peneliti juga berharap dapat menemukan kembali kerangka manusia prasejarah, meski hal itu sangat kecil kemungkinan terjadi.

"Waktu kita 18 hari di lapangan, kecil kemungkinan kita temukan rangka karena titik eskavasi kali ini merupakan ruang aktivitas sehari-hari manusia prasejarah, bukan difungsikan sebagai tempat penguburan. Karena tempat penguburan itu di lokasi agak gelap, biasanya di belakang," terang ketua Tim Penelitian Prasejarah Gua Pawon dari Balai Arkeologi Bandung, Lutfi Yondri ditemui di lokasi, Minggu (6/5).

Sejak dua hari penggalian sejak Jumat (4/5), tim peneliti telah menemukan artefak atau alat-alat yang digunakan manusia prasejarah berupa kapak perimbas, gerabah, alat-alat batu, moluska (kerang), serta tulang-belulang binatang zaman purba.

"Penemuan artefak tersebut di kedalaman sekitar 90 sentimeter dari permukaan tanah. Nanti, lebih dalam lagi penggalian, kita bisa temukan juga sisa makanan, serta peralatan lain yang digunakan manusia purba yang terbuat dari tulang, batu, batu itu bisa oksidian, rijang, dan andesit. Kemungkinan yang akan ketemu seperti itu," bebernya.

Pada zaman prasejarah, Lutfi menjelaskan, Goa Pawon berfungsi multifungsi. Artinya, goa tersebut sebagai tempat penguburan sekaligus dihuni.

Aktivitas manusia prasejarah di Goa Pawon dibuktikan dengan temuan dua kerangka dengan usia 9.500 tahun lalu atau 7.500 Sebelum Masehi. Kerangka itu ditemukan pada 2017 di kedalaman 230 sentimeter dan 245 sentimeter.

Sejak penelitian aktifitas manusia prasejarah Goa Pawon pada awal 2000-an, Balai Arkeologi Bandung sudah berhasil menemukan tujuh kerangka manusia purba. Rangka-rangka itu antara lain tulang tengkorak, tulang tengkorak bagian belakang, tulang rahang atas, tulang rahang bawah, serta dua rangka yang terkubur dengan posisi terlipat dalam keadaan tulang yang rapuh. (A-1)
 

Baca Juga

Antara

Gubernur Babel belum Ikut Anies Terapkan PSBB

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Jumat 10 April 2020, 14:42 WIB
Sebab, menurut Erzaldi, jumlah pasien positif virus korona atau covid-19 di Babel belum...
Antara

Babel Gelontorkan Bantuan Stimulan untuk 90 Ribu Warga Miskin

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Jumat 10 April 2020, 14:38 WIB
Untuk masyarakat miskin yang terdampak covid-19 di Babel, kata dia, akan diberikan bantuan stimulan setiap bulan selama 4...
dok pemprov jatim

Madrasah Di Jatim Ambil Peran Lawan Covid-19

👤Aries Wijaksena 🕔Jumat 10 April 2020, 14:32 WIB
Bantuan dari Gempi ini menunjukkan bahwa seluruh elemen di Jatim memiliki semangat gotong royong, serta komitmen yang kuat untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya