Jumat 04 Mei 2018, 22:11 WIB

Said Aqil Siroj-Imam Masjidil Haram Sepakat soal Islam Moderat

Dero Iqbal Mahendra | Politik dan Hukum
Said Aqil Siroj-Imam Masjidil Haram Sepakat soal Islam Moderat

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

 

KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj serta Imam dan Katib Masjidil Haram Syekh Saleh bin Abdullah bin Muhammad bin Hamid membahas upaya mengembalikan umat Islam ke sikap moderat.

"Hal yang kita bicarakan tadi itu yang paling mendasar adalah bagaimana mengembalikan umat Islam ke jalan atau sikap yang moderat. Jangan sampai menjadi radikal atau ekstrem," terang Said Aqil kepada Media Indonesia menjelaskan isi pertemuannya dengan Imam dan Katib Masjidil Haram Syekh Saleh bin Abdullah bin Muhammad bin Hamid di Kantor PBNU Jakarta, Jumat (4/5).

Dirinya menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, Syekh Saleh bin Abdullah bin Muhammad bin Hamid menceritakan kondisi Arab Saudi mengalami beban yang sangat berat dengan banyaknya pemuda yang terprovokasi dan terlibat kepada Islamic State (IS) atau Al-Qaeda. Sehingga, Syekh Saleh bin Abdullah berpesan kepada Said Aqil untuk menjaga Indonesia.

Said Aqil menjelaskan hampir seluruh ulama di berbagai negara sedang prihatin terkait radikalisme dalam masyarakat Islam. Baik itu ulama di Arab Saudi, Mesir, hingga Indonesia

Meski demikian, Said Aqil optimistis kondisi tersebut hanya berlangsung sementara yang pada akhirnya akan kembali kepada jalan yang benar yakni Islam yang moderat.

"Oleh sebab itu yang terpenting para pemimpin Islamnya itu harus memberikan contoh Islam yang benar dan moderat, jangan radikal dan memprovokasi," terang Said Aqil.

Untuk menjadikan Islam moderat, lanjut dia, perlu upaya memperkuat akidah ahlus-sunnah wal jama'ah, akhlakul karimah, membangun kerja sama, membangun toleransi, serta membangun Indonesia yang akan menjadikan Islam itu nyaman.

"Jadi orang beragama Islam itu nyaman, damai, tenang, tanpa rasa takut. Itu adalah ciri umat Islam nusantara. Sejak datang hingga saat ini, Islam adalah ramah bukan doktrin yang keras seperti di Timur Tegah. Islam dibawa oleh Wali Songo dengan pendekatan tasawuf yang mendahulukan akhlak sebelum berbicara teologi berbicara ibadah," terang Said Aqil.

Said Aqil menilai Islam yang radikal bukan merupakan asli dari Indonesia dalam artian ajaran asli para ulama di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut merupakan imbas dari Timur Tengah. (A-1)
 

Baca Juga

Ist

Wamendes Budi Arie Dukung KPK  Usut Kasus BLT Dana Desa

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 12:29 WIB
Wamendes Budi Arie Setiadi mendukung penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan penyelewengan bansos selama...
MI/Martinus Solo

Gubernur Papua Barat Berpeluang Jadi Saksi Kasus Wahyu Setiawan

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 10:30 WIB
Dominggus disebut dalam dakwaan menitipkan Rp500 juta untuk Wahyu terkait pemilihan calon anggota KPU Papua...
DOK DPR RI

Sufmi Dasco Optimistis New Normal Dapat Berjalan Baik

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 10:00 WIB
Tim Satgas Lawan Covid-19 DPR RI berkunjung ke Kementerian Koordinator Perekonomian untuk mendapatkan penjelasan lebih detail tentang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya