Kamis 12 April 2018, 14:39 WIB

Kemendikbud Upayakan Percepatan Penuntasan Implementasi K-13

MICom | Media Guru
Kemendikbud Upayakan Percepatan Penuntasan Implementasi K-13

Dok.MI/Arya Manggala

KONDISI pendidikan di Indonesia masih perlu perhatian serius. Apalagi jika dibandingkan dengan kualitas pendidikan di negara-negara lain diukur berdasarkan indikator kualitas pendidikan yang sering digunakan seperti indeks pembangunan manusia (IPM), skor tes PISA, dan skor tes TIMS.

Kendati demikian, pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya melalui penataan dan perbaikan kurikulum disesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kurikulum 2013 (K-13) notabene merupakan hasil terakhir dari penataan kurikulum yang sudah dilakukan. Namun di dalam pelaksanaannya hingga kini masih menuai pro dan kontra, seperti masalah ketidaksiapan sekolah dan guru akibat kurang sosialisasi dan pelatihan.

Sebagai institusi yang bertanggungjawab dalam meningkatkan kompetensi dan menyelenggarakan pelatihan guru, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud diberikan amanat untuk menyelesaikan pelatihan K-13 agar seluruh sekolah di Indonesia dapat mengimplementasikan K-13 pada tahun ajaran 2018/2019.

Atau itu artinya setahun lebih cepat dari target yang ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) No.106/2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013. Disebutkan dalam Pasal 4 bahwa satuan pendidikan dasar dan menengah dapat melaksanakan kurikulum 2006 paling lambat pada tahun ajaran 2019/2020.

Hanya menurut data, sampai tahun 2017 sebanyak 134.811 sekolah atau 60% dari jumlah seluruh sekolah di Indonesia telah mengimplementasikan K-13. Sedangkan sisanya masih terdapat 40% sekolah yang perlu segera diberikan pelatihan agar siap mengimplementasikan K-13 sesuai target yang ditetapkan.

Namun mengingat besarnya jumlah sekolah sasaran pelatihan serta keterbatasan anggaran dan tenaga yang dimiliki, Ditjen GTK Kemendikbud mengambil langkah-langkah strategis agar dapat menjangkau seluruh sekolah sasaran yang tersebar di penjuru Tanah Air. Seperti mengembangkan mekanisme pelatihan K-13 bersama Unit Pelaksana Teknis.

Selain itu, untuk dapat mempercepat penuntasan implementasi K-13, Ditjen GTK juga merancang pelatihan yang sudah terintegrasi antara K-13 dengan dua program pemerintah lainnya yaitu Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Sehingga diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru lebih komprehensif.

Lebih lanjut, keberhasilan Ditjen GTK dalam menuntaskan pelatihan K-13 pada tahun anggaran 2018 sejatinya merupakan kunci keberhasilan pemerintah dalam mewujudkan kurikulum yang berkualitas di setiap satuan pendidikan. (Tim GTK)

Baca Juga

Dok. Kemendikbud

Hasil UN akan Jadi Rujukan Perbaikan Proses Pembelajaran

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 13 Juni 2019, 16:59 WIB
Mulai tahun ini, pola pelatihan guru akan diubah lebih fokus pada permasalahan atau...
Dok Kemendikbud

Perkuat Pendidikan Karakter, Kemendikbud Gandeng LVRI

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Senin 13 Mei 2019, 20:34 WIB
Dalam pendidikan karakter ada pendidikan religius atau keagamaan, lalu ada...
Antara

Urgensi Kesejahteraan Guru dalam Mendorong Karya Pendidikan

👤Widyaiswara PPPPTK IPA Arief Husein M 🕔Senin 29 April 2019, 08:00 WIB
Seorang individu tidak akan memikirkan tentang pengakuan dan penghargaan sebelum kebutuhan dasar akan makanan dan tempat tinggal mereka...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya