Senin 09 April 2018, 22:55 WIB

Pahlawan Devisa yang Tersandung Duka

(CS/UL/LD/N-2) | Internasional
Pahlawan Devisa yang Tersandung Duka

thinkstock

 

SEJUMLAH tenaga kerja Indonesia tengah menghadapi masalah di luar negeri. Salah satunya Aan binti Andi Asip, TKI asal Kecamatan Tirtajaya, Karawang, Jawa Barat, yang terancam hukuman pancung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Aan ditangkap polisi setempat karena tuduhan membunuh lima orang. “Ia menjadi tersangka tunggal,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Karawang Ahmad Suroto, Senin (9/4).

Proses hukum sudah berjalan. Aan sudah disidang dan divonis hukuman pancung. “Pemerintah masih berusaha keras melakukan komunikasi dan diplomasi untuk membebaskan Aan dari jeratan hukuman pancung,” tambah Suroto. Aan diketahui ditangkap bersama warga Bangladesh. Namun, rekannya itu dibebaskan. “Kami belum tahu motif pembunuhan itu. Aan saat ini berada di penjara Al Wathba, Abu Dhabi,” tandasnya.

Masalah lain dihadapi Tari, 45, warga Gabuswetan, Kabupaten Indramayu. TKI yang berangkat ke Riyadh, Arab Saudi, secara ilegal itu ditemukan telantar di terminal bus Riyadh. “Teman saya yang tengah umrah menemukan Tari yang kondisinya sangat memprihatinkan,” kata Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia Kabupaten Indramayu, Juwarih.

Tari mengaku sudah tidak makan selama dua hari. Tari direkrut tetangganya dan terakhir berada di tangan PT Elsafa Adi Wiguna Mandiri. Perempuan itu diberangkatkan ke Arab Saudi dengan menggunakan visa turis. Untuk mengelabui petugas, Tari terlebih dahulu transit di Sri Lanka.

Di Arab Saudi Tari bekerja pada majikan di daerah Taif sebagai asisten rumah tangga. “Namun karena tidak bisa memasak, Tari dipulangkan ke agensi,” ungkap Juwarih. Nahas, dia hanya diberi tiket bus hingga akhirnya telantar di terminal. Saat ini Tari sudah berada di KBRI di Riyadh untuk menunggu proses kepulangan ke kampung halamannya.

Kabar berbeda dilaporkan dari Kota Brighton, Sussex, Inggris. Parinah, 50, TKI asal Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, Jawa Tengah, yang hilang kontak sejak 19 tahun silam, sudah ditemukan. Kini Parinah sudah berada di KBRI London untuk dipulangkan ke Indonesia hari ini dan diperkirakan sampai ke Indonesia pada Kamis (12/4). Saat berbicara dengan anaknya, Parsin, 33, yang berada di Desa Patarangan melalui fasilitas video call, Parinah mengaku akan berangkat dari London pada Selasa.
“Saya berada di KBRI London dalam kondisi sehat. Selama ini saya bekerja di Inggris mengikuti satu keluarga asal Mesir,” ungkap Parinah. (CS/UL/LD/N-2)

 

Baca Juga

Medcom

Serangan terhadap Sekolah di Kamerun, 8 Siswa Tewas

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:24 WIB
PBB mengatakan serangan itu merupakan salah satu yang terburuk di wilayah tersebut hingga saat...
Dok : Reuters/Medcom.id

Kasus Covid-19 Prancis Lampaui 1 Juta

👤Nur/AFP/I-1 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:10 WIB
Pada Kamis, Prancis melaporkan rekor harian kasus baru sebanyak 41.622 dan jumlah pasien dalam perawatan intensif berada pada level...
AFP/Medcom.id

Jika Terpilih, Biden Janjikan Vaksin Covid-19 Gratis di AS

👤Nur/AFP/I-1 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:03 WIB
Lonjakan kasus terjadi kurang dari dua minggu sebelum pemilihan presiden yang akan berlangsung pada 3 November. Virus menghantam sejumlah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya